Senin, 28 September 2026

Surabaya Satu-satunya Kota di Jawa yang Alami Deflasi

Laporan oleh Dodi Pradipta
Bagikan
Ilustrasi

Kota Surabaya menjadi satu-satunya ibukota provinsi di Pulau Jawa yang mengalami deflasi pada bulan November 2015. Kota Surabaya mengalami deflasi sebesar 0,02 persen.

“Tampak sekali di Surabaya komoditas seperti beras, caberawit, dan emas perhiasan itu mengalami penurunan yang cukup berarti. Kota Surabaya menjadi satu-satunya ibukota provinsi di Pulau Jawa yang mengalami deflasi,” kata Sairi Hasbullah Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Selasa (1/12/2015) di Surabaya.

Sementara itu, kata Sairi, ada 5 ibukota provinsi di Pulau Jawa yang mengalami inflasi pada bulan November 2015. Yaitu Kota Serang sebesar 0,79 persen, Semarang sebesar 0,21 persen, Bandung sebesar 0,19 persen, Yogyakarta sebesar 0,13 persen, dan DKI Jakarta sebesar 0,12 persen.

Jawa Timur sendiri pada bulan November 2015 mengalami inflasi sebesar 0,06 persen. Jauh sekali di bawah inflasi nasional yang mencapai 0,21 persen.

Menurut Sairi, ada beberapa kota di Jatim yang mengalami inflasi seperti Kabupaten Jember sebesar 0,26 persen, Kabupaten Madiun sebesar 0,21 persen, Kota Malang sebesar 0,16 persen, dan Kota Kediri sebesar 0,11 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,30 persen.

“Ada gejala yang harus dipelajari kenapa di Sumenep itu terjadi inflasi yang paling tinggi yaitu 0,30 persen di Jawa Timur. Itu kelihatannya daging sapi, daging ayam ras, beras, dan bawang merah itu menjadi penyebab utama inflasi di Sumenep,” kata dia.(dop/fik)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 28 September 2026
26o
Kurs