Selasa, 4 Agustus 2026

Pemkot Banda Aceh Larang Perayaan Tahun Baru

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Kembang Api menutup kemeriahan pesta tahun baru car free night di Jl. Gubernur Suryo dan Panglima Sudirman, Rabu (1/1/2014) lalu. Foto : Taufik/Dok. suarasurabaya.net

Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh melarang masyarakat, khususnya yang beragama Islam, merayakan tahun baru 2016.

“Pemkot bersama unsur muspida sudah mengeluarkan seruan larangan perayaan tahun baru karena itu bukan budaya Islam,” kata Zainal Arifin Wakil Wali Kota Banda Aceh di Banda Aceh, seperti dilansir Antara, Senin (28/12/2015).

Perayaan tahun baru, kata Zainal Arifin, bukan budaya Islam, sedangkan mayoritas penduduk Kota Banda Aceh beragama Islam, sehingga diharamkan merayakan budaya non-Islam.

“Haram hukumnya bagi yang beragama Islam merayakan tahun baru, karena itu, pemerintah kota mengeluarkan larangan merayakan tahun baru,” ungkap Wakil Wali Kota Banda Aceh.

Larangan serupa, kata dia, pernah disampaikan pekan lalu, dimana masyarakat Kota Banda Aceh beragama Islam tidak ikut-ikutan merayakan Natal karena haram hukumnya.

“Pemerintah kota tidak henti-hentinya menyerukan agar masyarakat di Kota Banda Aceh yang mayoritas Islam tidak merayakan Natal dan Tahun Baru. Hal itu merupakan perbuatan haram,” tegas Zainal Arifin.

Pemerintah Kota Banda Aceh, sebut dia, konsisten menerapkan syariat Islam secara kaffah.

Dengan demikian, budaya nonislam dilarang dilakukan oleh penduduk yang beragama Islam.

“Kami akan terus mengawasi pelaksanaan syariat Islam, termasuk mengawasi apa yang dilarang dan diharamkan seperti perayaan tahun baru oleh umat muslim di Kota Banda Aceh,” kata Zainal Arifin.(ant/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Selasa, 4 Agustus 2026
26o
Kurs