Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum sirna, banyak yang harus menahan diri mengurangi mobilitas, termasuk pulang ke kampung halaman.
Inspirasi tak lekang waktu tentang suasana kampung halaman atau pedesaan itulah yang jadi favorit Rijaman, seorang pelukis pointilisme Jawa Timur, dalam berkarya.
Pelukis yang sudah berkecimpung lebih dari 40 tahun itu bilang, dia paling sering melukis obyek hutan lebat atau pemandangan sawah, terutama saat petani sedang panen.
Alasannya sederhana, karena dia takmau membebani penikmat lukisan dengan repot-repot menganalisa karya-karya abstrak.
“Saya ingin orang bisa merasakan atau menikmati keindahan lukisan pointilisme dengan aneka ragam kegiatan yang terlukis di dalamnya. Nah, rata-rata pecinta lukisan mencari lukisan tentang kegiatan bekerja; bagaimana susahnya menyambung hidup meraih kesuksesan demi masa depan. Enggak yang ruwet-ruwet,” katanya.
Dia hanya berharap, lukisan tentang sawah itu bisa secara tersirat menularkan kegembiraan dan kesederhanaan hidup di pedesaan bagi orang-orang kota.
Dia pun mengutip pernyataan George Seurat, maestro pointilisme Prancis. Bahwa seorang pelukis bisa menggunakan warna untuk menciptakan harmoni dan emosi dalam seni.
Karena itulah Rijaman ingin mendekatkan seni lukis aliran pointilisme yang jarang digeluti pelukis lain dan diketahui masyarakat itu dengan pilihan tema sederhana.
Pandemi Masih Ada, Rijaman Mengajak Pulang Kampung Lewat Karya Pointilisme
Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum sirna, banyak yang harus menahan diri mengurangi mobilitas, termasuk pulang ke kampung halaman.
Inspirasi tak lekang waktu tentang suasana kampung halaman atau perdesaan itulah yang jadi favorit Rijaman, seorang pelukis pointilisme Jawa Timur, dalam berkarya.
Pelukis yang sudah berkecimpung lebih dari 40 tahun itu bilang, dia paling sering melukis obyek hutan lebat atau pemandangan sawah, terutama saat petani sedang panen.
Alasannya sederhana, karena dia takmau membebani penikmat lukisan dengan repot-repot menganalisa karya-karya abstrak.
“Saya ingin orang bisa merasakan atau menikmati keindahan lukisan pointilisme dengan aneka ragam kegiatan yang terlukis di dalamnya. Nah, rata-rata pecinta lukisan mencari lukisan tentang kegiatan bekerja; bagaimana susahnya menyambung hidup meraih kesuksesan demi masa depan. Enggak yang ruwet-ruwet,” katanya.
Dia hanya berharap, lukisan tentang sawah itu bisa secara tersirat menularkan kegembiraan dan kesederhanaan hidup di pedesaan bagi orang-orang kota.
Dia pun mengutip pernyataan George Seurat, maestro pointilisme Prancis. Bahwa seorang pelukis bisa menggunakan warna untuk menciptakan harmoni dan emosi dalam seni.
Karena itulah Rijaman ingin mendekatkan seni lukis aliran pointilisme yang jarang digeluti pelukis lain dan diketahui masyarakat itu dengan pilihan tema sederhana.
Setidaknya ada sebanyak 30 lukisan Pointilisme yang sedang dia pamerkan di Food Junction, Grand Pakuwon sejak Sabtu (27/6/2021) lalu. Rencananya pameran itu berlangsung sampai sebulan setelahnya.
Rijaman sendiri mengaku belum tahu, dengan adanya penerapan PPKM Darurat mulai Sabtu (3/6/2021), apakah pameran lukisan pointilismenya masih mungkin untuk terus dilanjutkan.(den)
NOW ON AIR SSFM 100
