Selasa, 10 Maret 2026

Bayar Tiket Pakai Sembako, Gigs Hardcore di Surabaya Ajak Penonton Berbagi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Penampilan Salah satu Band Hardcore dalam acara HC4HC pada Jumat, (31/10/2025). Foto: Dimas Tri Agung P Mg suarasurabaya.net

Komunitas musik Jagoan Keluarga menggelar gigs hardcore bertajuk HC4HC (Hardcore for Hardcore) pada, Jumat,(31/10/2025), di sebuah tempat cuci mobil Jalan Kenjeran Surabaya, yang disulap menjadi menjadi venue.

Acara ini menghadirkan konsep unik, di mana penonton tidak membayar tiket dengan uang, melainkan menggunakan sembako yang nantinya akan disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Mochamad Kholilor Rohman Ketua Pelaksana HC4HC, mengatakan acara ini digelar untuk mengedukasi bahwa musik hardcore tidak hanya soal hiburan, tapi juga bisa menjadi ruang untuk berbagi dan peduli.

“Hardcore ini bisa untuk kami berbagi, bisa juga untuk kemanusiaan,” ujarnya kepada suarasurabaya.net di sela-sela acara.

Penukaran sembako menjadi tiket masuk konser hardcore dalam acara HC4HC, Jumat (31/10/2025).Dimas Tri Agung P Mg suarasurabaya.net

Rohman menjelaskan, sembako yang terkumpul akan disalurkan terlebih dahulu kepada warga sekitar venue, dan jika jumlahnya berlebih akan disumbangkan ke panti asuhan.

“Kami dahulukan orang-orang sekitar dulu, seperti tetangga dan teman-teman yang tentunya memnutuhkan. Kalau nanti sembakonya berlebih, baru kami salurkan ke panti asuhan,” jelasnya.

Acara yang menampilkan 10 band, di antaranya Tilfly, Barricade Shock, Foureye3 (444), Sprain, hingga Moonstraa ini dihadiri sekitar 200 penonton.

Sembako yang diperoleh dari penukaran tiket yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutukan, dalam acara HC4HC pada Jumat, (31/10/2025). Foto: Dimas Tri Agung P Mg suarasurabaya.net

Selain menjadi ajang silaturahmi komunitas, gigs ini juga menjadi bukti nyata bahwa semangat solidaritas di skena hardcore Surabaya tetap hidup.

Perdi Salah satu peserta, mengaku antusias mengikuti acara tersebut karena konsepnya yang tidak biasa.

“Biasanya acara seperti ini hanya untuk hiburan semata. Tapi kali ini beda, karena bayarnya pakai sembako. Saya sendiri bawa mi instan dan telur,” katanya.

Ia menambahkan, konsep tiket sembako ini membuat dirinya merasa tidak hanya datang untuk bersenang-senang, tetapi juga turut berbagi dengan sesama.

“Rasanya menyenangkan banget karena bantuan kecil ini bisa bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.(mas/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 10 Maret 2026
24o
Kurs