Rabu, 21 Januari 2026

Menhaj: Manasik Haji Jamaah Dilaksanakan Lima Kali

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Dok. manasik haji

Kementerian Haji dan Umrah menyatakan, pembinaan manasik haji bagi jemaah calon haji akan dilaksanakan sebanyak lima kali sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Langkah itu ditempuh untuk memantapkan kesiapan ibadah sekaligus memperkuat pemahaman jemaah mengenai rangkaian haji.

Mochammad Irfan Yusuf Menteri Haji dan Umrah mengatakan, lima kali pembinaan tersebut terdiri atas empat sesi di tingkat kecamatan dan satu sesi di tingkat kabupaten atau kota. Skema itu dirancang agar jamaah memperoleh pembekalan yang merata dan berjenjang.

“Pembinaan manasik haji dilaksanakan lima kali, terdiri atas empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di tingkat kabupaten atau kota,” ujar Irfan Yusuf dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026), seperti dilaporkan Antara.

Dia menambahkan, pelaksanaan manasik haji menjadi tanggung jawab kantor Kementerian Haji dan Umrah di daerah, dengan melibatkan pembimbing ibadah haji yang telah melalui proses seleksi ketat. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga standar kualitas materi dan metode pembinaan.

Menurut Gus Irfan, kementeriannya telah menyeleksi sebanyak 685 pembimbing Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (BPIHU). Para pembimbing tersebut disiapkan untuk menjamin jemaah mendapatkan pendampingan yang memadai sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan ibadah.

Selain sumber daya pembimbing, Kementerian Haji dan Umrah juga menerbitkan pedoman manasik haji terintegrasi.

Pedoman itu berlaku di tingkat kabupaten, kota, dan kecamatan, serta dilengkapi buku manasik haji yang memuat ketentuan perizinan dan akreditasi haji khusus serta umrah.

Irfan Yusuf menegaskan komitmen Pemerintah dalam menghadirkan penyelenggaraan haji 2026 yang lebih profesional dan transparan. Fokus utama diarahkan pada aspek keamanan, kenyamanan, serta peningkatan kualitas layanan bagi jamaah.

Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait, termasuk dukungan Komisi VIII DPR RI. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci agar seluruh persiapan haji berjalan tepat waktu dan sesuai rencana.

“Penyelenggaraan haji memiliki tanggung jawab besar yang tidak hanya menuntut ketepatan regulasi dan kesiapan teknis, tetapi juga integritas, ketulusan, dan kesungguhan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah,” tandasnya. (ant/ham/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 21 Januari 2026
26o
Kurs