Minggu, 25 Januari 2026

DVI Polri Identifikasi Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Konferensi pers hasil identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik perusahaan Indonesia Air Transport (IAT) berlangsung di di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel pada Sabtu (24/1/2026). Foto: Antara

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Total korban berjumlah sepuluh orang, terdiri atas tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.

Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro Kapolda Sulawesi Selatan mengatakan, proses identifikasi dilakukan setelah tim DVI menerima 11 kantong jenazah dari tim SAR pascaevakuasi.

“Telah teridentifikasi seluruh korban sebanyak 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang,” ujar Djuhandhani dalam konferensi pers, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, dari sebelas body pack yang diterima, sepuluh di antaranya berhasil diidentifikasi secara jelas dan sesuai dengan data manifest penerbangan. Sementara satu kantong lainnya berisi fragmen tulang yang diyakini merupakan bagian dari tubuh salah satu korban.

“Body masih terbaca, bisa diidentifikasi. Satu pack lagi berisi tulang, dan ini juga dapat dibuktikan sebagai bagian dari korban,” katanya dilansir dari Antara.

Proses identifikasi dilakukan sejak Jumat (23/1/2026) melalui serangkaian pemeriksaan forensik. Kombes Pol Muh Haris Kepala Biddokkes Polda Sulsel menyebut, identifikasi dilakukan menggunakan metode sidik jari, data odontologi, properti pribadi, serta pemeriksaan medis yang dicocokkan antara data post mortem dan ante mortem.

“Pemeriksaan melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis sesuai post mortem dan ante mortem,” ujar Haris.

Berdasarkan hasil tersebut, tim DVI mengungkap identitas para korban, di antaranya penumpang Yoga Nouval Prakoso, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Ferry Irawan, juga pegawai KKP. Sementara dari kru pesawat, teridentifikasi Muhammad Parhan Gunawan Co-Pilot, Andi Dahananto pilot, serta sejumlah kru lainnya, yakni Hariadi, Dwi Murdiono, dan Restu Adi Pribadi.

Seluruh identitas korban dinyatakan sesuai dengan manifest penerbangan ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT).

“Dengan demikian, tim gabungan DVI telah mengidentifikasi 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dan telah diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Haris.

Sebelumnya, tiga jenazah korban telah lebih dahulu diambil oleh pihak keluarga, yakni Florencia, Deden, dan Esther.

Sementara itu, Brigjen Pol Mashudi Kepala Pusat Identifikasi Pusdokkes Polri menegaskan bahwa sebagian besar korban dapat dikenali melalui sidik jari. “Dari tujuh kantong jenazah yang diterima, semuanya masih bisa teridentifikasi dengan sidik jari,” ujarnya. (ant/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 25 Januari 2026
26o
Kurs