Pandu Sjahrir Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia mendukung demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan begitu, status BEI berubah dari organisasi berbasis keanggotaan menjadi perusahaan terbuka dengan saham yang bisa dimiliki publik.
Penerapan skema tersebut bertujuan memisahkan kepentingan anggota bursa dan pengelola bursa, demi mengurangi potensi benturan kepentingan.
Maka dari itu, Pandu yakin demutualisasi tidak akan menimbulkan konflik kepentingan karena operasional bursa saham tetap diatur dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator.
Dia juga menjamin tidak akan ada konflik kepentingan kalau nantinya Danantara Indonesia resmi jadi salah satu pemegang saham (shareholders) BEI.
Dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026), di Wisma Danantara, Jakarta, Pandu bilang pemegang saham tentunya fokus pada keuntungan (profit).
Sedangkan stakeholders bertugas mengembangkan perusahaan menjadi lebih baik. Sehingga, mendapatkan laba yang nantinya dibagikan sebagai dividen kepada seluruh pemegang saham.
“OJK yang melakukan pengaturan. Pemegang saham ya fokus kepada profit untuk institusi itu. Kita juga ingin lebih maju lagi kan. Kita ingin pasar modal kita lebih dalam. Jadi, fungsi regulator diperjelas, fungsi pemegang saham juga jelas,” ujarnya.
Lebih lanjut, CIO Danantara Indonesia menyatakan BEI tidak akan menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sehubungan dengan rencana Danantara Indonesia menginvestasikan sekitar 50 persen dananya di dalam negeri, Pandu menyebut sebagian investasi akan dilakukan di pasar modal, baik dalam bentuk obligasi maupun ekuitas.
Sekadar informasi, demutualisasi bursa merupakan salah satu upaya regulator untuk mereformasi pasar modal Indonesia, memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta mengurangi potensi benturan kepentingan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang demutualisasi BEI terbit kuartal I-2026.
Pemerintah berharap demutualisasi membawa perubahan fundamental dalam struktur kepemilikan dan tata kelola pasar modal di Tanah Air.(rid/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
