Selasa, 3 Februari 2026

Persiapan Lebaran 2026, BTP Surabaya Periksa 587 Sarana Kereta

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
BTP Kelas I Surabaya melakukan rampcheck sarana perkeretaapian menyambut masa Angkutan Lebaran 2026. Foto: Humas BTP Kelas I Surabaya

Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Direktorat Jenderal Perkeretaapian mulai memperketat pengawasan kelaikan armada melalui rangkaian pemeriksaan menyeluruh atau rampcheck sarana perkeretaapian. Agenda ini menjadi langkah krusial dalam menyambut masa Angkutan Lebaran 2026 yang akan segera tiba.

Fokus pemeriksaan mencakup wilayah operasional strategis di Jawa Timur, meliputi Daerah Operasi 7 Madiun, Daerah Operasi 8 Surabaya, hingga Daerah Operasi 9 Jember.

Denny Michels Adlan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya menegaskan bahwa audit teknis ini merupakan prioritas utama untuk menjamin perlindungan bagi para pengguna jasa transportasi massal.

Menurutnya, pemenuhan standar keamanan secara otomatis akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik berlangsung.

“Kami berkomitmen untuk selalu berpegang teguh pada prinsip keselamatan. Manakala keselamatan terpenuhi, akan berbanding lurus dengan kenyamanan penumpang,” ujar Denny, Senin (2/2/2026).

Sinergi antarkelembagaan juga menjadi kunci kelancaran inspeksi ini. Zuhril Alim Deputy Vice Executive President PT KAI Daop 8 Surabaya memberikan apresiasi atas koordinasi intensif yang telah terjalin antara penyedia jasa transportasi dengan regulator.

Ia berharap keselarasan data dan teknis di lapangan dapat menjadi modal kuat dalam menyukseskan operasional kereta api di masa libur panjang tersebut.

“Koordinasi dan penyelarasan dari KAI Daop 8 Surabaya dengan BTP Surabaya sudah berjalan sangat baik. Kami harap dapat menjadi modal untuk rampcheck sarana perkeretaapian ini,” ungkap Zuhril.

Dalam pelaksanaannya yang dijadwalkan berlangsung hingga 6 Februari 2026, tim pemeriksa akan melakukan audit mendalam terhadap ratusan unit sarana. Di wilayah Daop 8 Surabaya saja, tercatat ada 587 sarana yang masuk dalam daftar inspeksi.

Rinciannya terdiri dari 55 unit lokomotif dan 520 unit kereta penumpang, baik kelas ekonomi maupun eksekutif. Selain itu, pemeriksaan juga menyasar tiga rangkaian Kereta Rel Diesel yang melayani rute lokal, seperti Komuter Surabaya-Pasuruan-Probolinggo serta KRD Sidoarjo-Indro. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 3 Februari 2026
24o
Kurs