Selasa, 3 Februari 2026

Hampir 10 Tahun Hilang, Pria Asal Banyu Urip Wetan Ditemukan Sakit dan Terlantar di Sleman

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan

Seorang pria asal Surabaya bernama Supriyadi ditemukan dalam kondisi sakit dan terlantar di wilayah Jomhor, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pria yang mengaku berasal dari Banyu Urip Wetan, Surabaya, itu ternyata sudah hampir 10 tahun hilang kontak dengan keluarganya.

Informasi awal disampaikan oleh Agus Cahyono, warga Jomhor, Sleman saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Senin (2/2/2026) usai pertama kali menemukan Supriyadi Minggu malam. Saat ditemukan, Supriyadi berada di sebuah masjid dalam kondisi memprihatinkan dan tidak dapat beraktivitas secara normal.

“Orangnya sakit, kakinya bengkak tidak bisa jalan. Selama beberapa hari di masjid hanya duduk diam, tidak mau makan dan minum. Buang air juga di tempat itu karena tidak bisa ke mana-mana,” kata Agus, Senin (2/2/2026).

Menurut keterangan warga setempat, Supriyadi telah berada di wilayah Jomhor lebih dari setahun terakhir. Ia sempat berpindah-pindah, hidup terlantar di sekitar terminal, pernah diberi pekerjaan menjaga angkringan. Namun, dalam beberapa waktu terakhir kondisinya semakin menurun dan terlihat linglung. Supriyadi tidak punya KTP, sehingga warga di Jomhor memanggilnya “gondrong”.

Supriyadi, laki-laki terlantar di Yogyakarta yang hilang 10 tahun lebih dari Surabaya. Foto: Istimewa

Melihat kondisinya yang memburuk, pihak RT dan dusun setempat kemarin berkoordinasi untuk membawa Supriyadi ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis.

Upaya pencarian identitas itu akhirnya membuahkan hasil setelah informasi tersebut disebarkan oleh Agus di sosial media. Utasnya ditemukan pendengar Suara Surabaya. Lalu informasinya ditindaklanjuti Gatekeeper Radio Suara Surabaya.

Begitu Agus selesai mengudara, seorang pendengar bernama Agam langsung merespons dan mengaku mengenali Supriyadi sebagai kerabatnya.

“Sepertinya itu saudara saya, Pak Supriyadi. Nama orang tua dan keluarganya sesuai. Ayahnya almarhum Suyitno, ibunya Jamiatun. Kakaknya Sigit, adiknya Wiwik Astuti. Saya anaknya Bu Erna, adik Pak Supri,” ujar Agam.

Agam menyebut Supriyadi merupakan paman dari pihak ibunya dan telah lama menghilang tanpa kabar sejak hampir 10 tahun lalu. Keluarga sempat berusaha mencari, namun kesulitan karena tidak ada kontak yang bisa dihubungi.

“Beliau pergi dari rumah tanpa pamit, setelah bercerai dan punya satu anak. Sejak itu tidak ada kabar sama sekali,” tambahnya.

Gatekeeper membantu koordinasi antara pihak keluarga Supriyadi dengan warga Jomhor untuk penanganan kesehatan dan proses pemulangan setelah kondisinya memungkinkan. (lta/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 3 Februari 2026
31o
Kurs