Jenderal Listyo Sigit Prabowo Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Meriati Roeslani Hoegeng, istri almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Kapolri legendaris yang dikenal sebagai simbol kejujuran dan integritas Polri.
Kapolri menyebut kepergian Meri Hoegeng sebagai kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi Polri dan Bhayangkari.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya selaku Kapolri beserta Ketua Umum Bhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar institusi Polri dan Bhayangkari, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng (Eyang Meri), istri tercinta dari almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso,” ujar Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan resminya, Selasa (3/2/2026).
Kapolri menegaskan bahwa Meri Hoegeng memiliki peran penting sebagai figur teladan yang nilai-nilai hidupnya sejalan dengan semangat pengabdian Polri.
“Polri sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Beliau bukan sekadar saksi sejarah, tetapi juga pelita keteladanan bagi kami. Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi,” katanya.
Kapolri juga menyampaikan doa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga segala jasa dan amal ibadah almarhumah diterima, serta beliau mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT. Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan,” tuturnya.
Meriati Roeslani Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Meri, dikenal luas sebagai istri dari Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Kapolri periode 1968–1971 yang hingga kini dikenang sebagai simbol ketegasan, kejujuran, dan kesederhanaan di tubuh Polri.
Semasa hidupnya, Meri Hoegeng kerap menjadi panutan karena gaya hidup sederhana dan komitmennya menjaga nilai-nilai moral, sejalan dengan prinsip hidup sang suami. Sosoknya dihormati lintas generasi, baik di lingkungan Polri maupun masyarakat luas.
Wafatnya Meri Hoegeng meninggalkan duka mendalam dan menjadi pengingat akan pentingnya keteladanan, integritas, serta pengabdian tanpa pamrih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (faz/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
