Rabu, 4 Februari 2026

Respons Positif Isu MSCI, IHSG Ditutup Menguat Signifikan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham naik. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa (3/2/2206) sore, didorong respons positif pelaku pasar terhadap sikap transparan otoritas pasar modal Indonesia terkait isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IHSG melesat 199,87 poin atau 2,52 persen ke level 8.122,60. Sejalan dengan itu, indeks saham unggulan LQ45 juga menguat 17,48 poin atau 2,17 persen ke posisi 823,72.

Muhammad Wafi pakar pasar saham menilai penguatan IHSG dipengaruhi oleh faktor teknikal dan sentimen regulasi yang lebih jelas.

“Ini technical rebound karena sebelumnya sudah oversold, ditambah faktor transparansi regulator terkait isu MSCI yang direspons positif oleh pasar,” ujar Wafi dilansir dari Antara.

Wafi memperkirakan pergerakan IHSG dalam sepekan ke depan cenderung bergerak konsolidatif dengan peluang penguatan terbatas. Sementara itu, investor asing diperkirakan masih akan mengambil sikap menunggu.

“Untuk investor asing masih wait and see menantikan pengumuman lanjutan dari MSCI. Sedangkan investor domestik mulai aktif melakukan bargain hunting karena akan memasuki musim laporan keuangan full year 2025,” katanya.

Dari sisi komoditas, harga emas dan perak tercatat kembali menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2026) setelah mengalami tekanan jual cukup besar selama dua hari sebelumnya. Wafi menilai koreksi tajam tersebut lebih disebabkan oleh penyesuaian posisi pelaku pasar, bukan mencerminkan tren penurunan jangka panjang.

Dari kawasan Eropa, perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data inflasi Januari 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 1,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), dibandingkan 1,9 persen (yoy) pada Desember 2025.

Sementara itu, dari Amerika Serikat, indeks ISM Service PMI Januari 2026 diproyeksikan relatif stabil di level 54,3, sedikit turun dari posisi 54,4 pada bulan sebelumnya.

Secara intraday, IHSG sempat dibuka melemah, namun berbalik menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, penguatan IHSG berlanjut hingga akhir perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor mencatatkan penguatan. Sektor barang baku memimpin kenaikan dengan lonjakan sebesar 6,52 persen, disusul sektor properti yang naik 5,02 persen, serta sektor transportasi dan logistik yang menguat 4,97 persen.

Adapun saham-saham dengan penguatan terbesar antara lain HUMI, LEAD, GTSI, BUMI, dan OASA. Sementara itu, saham-saham yang mencatatkan pelemahan terdalam meliputi NSSS, MORA, FILM, INTD, dan RMKO.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 3.273.812 kali. Volume perdagangan mencapai 61,09 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29,35 triliun. Sebanyak 654 saham menguat, 108 saham melemah, dan 56 saham bergerak stagnan.

Penguatan pasar domestik sejalan dengan pergerakan bursa saham regional Asia. Indeks Nikkei melonjak 2.065,50 poin atau 3,92 persen ke level 54.720,69, indeks Shanghai naik 51,98 poin atau 1,29 persen ke 4.067,73, indeks Hang Seng menguat 59,19 poin atau 0,22 persen ke 26.834,76, dan indeks Strait Times menguat 51,81 poin atau 1,06 persen ke 4.944,08. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 4 Februari 2026
25o
Kurs