Rabu, 4 Februari 2026

Pemerintah Siapkan MBG Lansia untuk Orang Tua 75 Tahun Keatas yang Tinggal Sendiri

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Saifullah Yusuf Menteri Sosial. Foto: Antara

Pemerintah tengah menyiapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi lanjut usia (lansia), dengan sasaran kelompok umur 75 tahun ke atas, yang tinggal sendirian. Program ini dirancang untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi lansia, sekaligus menjaga kualitas kesehatan mereka di usia lanjut.

Saifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul Menteri Sosial (Mensos) mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dadan Hindayana Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

“Saya sudah berkoordinasi dengan Prof. Dadan Kepala BGN untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Kalau alokasinya sudah habis (terpenuhi), nanti baru di bawah 75 tahun,” jelas Gus Ipul seperti dilansir Antara, Rabu (4/12/2026).

Ke depan, kata dia, program MBG lansia diproyeksikan menyasar lansia usia di bawah 75 tahun.

Sebagai informasi, pelaksana program MBG lansia adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekitar wilayah penerima manfaat, yang juga akan melayani penyandang disabilitas.

Siapa saja lansia yang akan menerima manfaat? Gus Ipul menerangkan data penerima manfaat bakal diperoleh dari pemerintah daerah, yang ditetapkan kepala daerah sebelum diserahkan kepada BGN untuk ditindaklanjut.

Tidak hanya menyediakan makanan bagi lansia, Kemensos juga tengah menyiapkan layanan pendamping (caregiver) lansia dan disabilitas.

“Kita akan memperkuat dengan perawat-perawat yang terlatih secara bertahap. Kita awali dengan pelatihan-pelatihan dulu tapi sebelum mereka misalnya belum selesai mengikuti pelatihan, ya kita akan menggunakan tenaga-tenaga yang mengirim ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas,” kata Gus Ipul.

Namun sebelum pelatihan caregiver selesai, pemerintah bakal memanfaatkan tenaga penyalur makanan langsung ke rumah penerima manfaat. Meski begitu Gus Ipul menegaskan, pelayanan MBG tetap ada di BGN dan Kemensos hanya menyiapkan sistem pendampingan dan distribusi layanan.

“Jadi, anggarannya nanti kita jadikan satu di BGN, sementara kami menyiapkan yang mengantarkan, yang merawat,” pungkasnya.

Golongan Usia Lansia

Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lansia digolongkan menjadi 4 kelompok usia, yaitu:

Usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun
Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun
Lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun
Lansia sangat tua (very old) diatas 90 tahun.

Perubahan Biologis Lansia Berdampak Pada Gizi

  • Pengurangan massa otot antara 1 persen – 2 persen pertahun dimulai sejak usia 30 tahun. Namun sebaliknya terjadi penambahan massa lemak (jaringan adipose) sebesar 0,5 persen – 1,5 persen pertahun sejak usia 30 tahun. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah cairan tubuh, kulit terlihat mengerut dan kering, wajah berkeriput dengan garis-garis yang menetap, dan terlihat kurus.
  • Gangguan indera perasa, penciuman, pendengaran, penglihatan dan perabaan. Menurunnya fungsi indera perasa berkaitan dengan kekurangan kadar zink yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan pada lansia. Sensitifitas terhadap rasa manis dan asin biasanya berkurang, ini menyebabkan Lansia senang makan yang manis dan asin.
  • Katarak pada lanjut usia sering dihubungkan dengan kekurangan Vitamin A, C dan Asam Folat.
  • Gigi geligi yang tanggal dan tidak lengkap, menyebabkan gangguan fungsi mengunyah yang mengakibatkan kurangnya asupan makanan, sehingga pada akhirnya terjadi penurunan berat badan.
  • Cairan saluran cerna dan enzim-enzim pencernaan berkurang. Nafsu makan dan kemampuan penyerapan zat-zat gizi terutama lemak dan Kalsium juga menurun. Menurunnya sekresi air ludah mengurangi kemampuan mengunyah dan menelan makanan. Penurunan Asam lambung menyebabkan rasa lapar juga menurun. Pada lambung, faktor yang berpengaruh terhadap penyerapan vitamin B12 juga berkurang, sehingga dapat menyebabkan Anemia.
  • Penurunan mobilitas usus, meyebabkan gangguan pada saluran pencernaan seperti perut kembung, nyeri perut dan susah buang air besar atau sembelit. Hal ini juga dapat menyebabkan menurunnya nafsu makan dan terjadinya wasir.
  • Penurunan kemampuan Motorik, menyebabkan Lansia mengalami kesulitan untuk makan.
  • Terjadinya penurunan fungsi sel otak, menyebabkan penurunan daya ingat jangka pendek, melambatnya proses informasi, yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam melakukan aktifitas sehari-hari (Demensia/Pikun).
  • Kapasitas Ginjal untuk mengeluarkan air dalam jumlah besar juga berkurang, sehingga dapat terjadi pengenceran Natrium. Selain itu pengeluaran urine diluar kesadaran (incontinensia urine) menyebabkan lansia sering mengurangi minum, sehingga dapat menyebabkan Dehidrasi.

Lanjut usia memerlukan Asupan Gizi yang cukup dan seimbang untuk mempertahankan Status Gizi yang optimal serta untuk mencegah atau mengurangi risiko penyakit degeneratif dan kekurangan gizi (Malnutrisi).

Ilustrasi Pemberian Makanan Kepada Lansia. Foto Freepik

Kebutuhan Gizi Lansia

Lanjut usia (lansia) merupakan fase akhir dalam siklus kehidupan manusia, yang ditandai oleh berbagai perubahan fisik dan fungsi tubuh. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh mengalami penurunan, termasuk dalam aspek metabolisme, daya tahan, dan sistem pencernaan. Perubahan tersebut sering membuat lansia lebih rentan terhadap gangguan kesehatan dan masalah gizi.

Penuaan yang dialami lansiaa dapat menurunkan indera rasa dan penciuman, kemampuan mengunyah, serta nafsu makan. Kondisi ini berpengaruh langsung pada jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi, sehingga berisiko menyebabkan malnutrisi atau kekurangan zat gizi.

Memilih Makanan buat Lansi

Memberikan makanan untuk lansia harus disesuaikan kondisi tubuhnya. Mulai dari pemilihan zat gizi, pengolahan makanan, sampai pengaturan pola makannya mesti diperhatikan.

Prinsipnya bisa dilihat berdasarkan Pedoman Tumpeng Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan berikut:

Tumpeng Gizi Seimbang. Foto Kemenkes

Hal yang harus diperhatikan saat memberi makan lansia, yakni:

1. Mengikuti pedoman isi piringku

Kualitas hidup lansia mesti sehat. Hal ini ditunjang dengan komposisi gizi yang lengkap. Pemilihan makanan jadi faktor penting untuk menguatkan otot dan mendukung kekuatan tubuh lansia. Zat gizi yang diperlukan lansia adalah protein hewani dan nabati, kalsium, karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan energi, serta dari sayur dan buah-buahan. Kemudian berbagai vitamin, mulai dari vitamin A, vitamin D, vitamin B12, vitamin K, vitamin C, vitamin B6.

2. Makanan mesti mudah ditelan

Lansia bisa memiliki masalah pada mengunyah atau menelan makanan. Sehingga makanan yang diberikan mesti lembut atau sudah dipotong kecil-kecil, atau dicincang. Salah satu cara mengolahnya dengan diblender atau food processor.

Ketika menyajikan bubur dengan daging dan ika, duri dan tulang mesti dibuang terlebih dahulu.

3. Pola makan teratur

Menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi lansia tidak berhenti pada makanan dan kandungan gizi apa yang diberikan. Melainkan juga pola makan tiga kali sehari mesti diterapkan kepada lansia, mulai pagi, siang, dan malam. Lansia juga diminta tidak melewatkan jam makan untuk menurunkan risiko malnutrisi.

Lansi tidak boleh dipaksakan makan banyak, porsi makanannya bisa disesuikan atau diperkecil. Pola makan lansia diberikan kecil, tapi sering. Jadi lansia bisa makan 6-8 kali sehari dalam porsi kecil. Makanan juga tidak harus selalu nasi, tapi bisa diselingi camilan sehat, seperti buah yang mudah dikunyah atau sudah dipotong kecil.

4. Hindari makanan yang bisa menimbulkan masalah pencernaan

Lansia biasanya memiliki beberapa masalah pencernaan, seperti sembelit atau maag. Sehingga pemberian makanan lansia harus mempertimbangkan masalah pencernaan dan menghindari potensi memperparah masalah. Lansia tidak diperbolehkan makan pedas atau minum minuman bersoda.

Lansia disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah. Kebutuhan cairan lansia juga harus terpenuhi, sehingga lansia terhindar dari dehidrasi dan kekurangan cairan.

5. Pilih lemak sehat

Pilih makanan yang mengandung lemak sehat dan hindari sumber lemak dari daging sapi, jeroan atau mentega. Makanan dengan lemak sehat dan penting bagi lansia adalah kacang-kacangan dan alpukat.

Lansia juga diminta menghindari makanan berminyak, karena bisa meningkatkan kadar lemak jenuh. Makanan juga disarankan direbus, dikuku, dipanggang, atau dipepes. Pengolahan ini akan membuat makanan jadi lebih lembut.

6. Batasi Makan Gula
Kandungan gula pada makanan mesti diperhatikan, karena ada risiko diabetes. Konsumsi gula berlebihan juga membuat orang cepat lapar dan cenderung makan berlebihan. Beberapa makanan tinggi gula adalah nasi, roti, ketela, kentang, jagung, lontong, ketupat, jajanan pasar, arem-arem, dan lemper.

Lalu ada juga makanan dari bahan tepung, seperti keripik, mie, pasta, mendoan, tahu isi, pisang goreng. Jumlah gula yang dianjurkan bagi lansia adalah 4 sendok makan gula pasir per hari.

7. Kurangi Asupan Garam

Tidak hanya gula, kandungan garam bagi lansia harus diperhatikan. Tingginya kadar garam bisa meningkatkan potensi hipertensi nagi lansia. Konsumsi garam berlibih juga meningkatkan risiko komplikasi, seperti jantung, stroke, gangguan penglihatan, dan gangguan ginjal. Saran konsumsi garam adalah 1 sendok teh per hari.
Penggunaan penyedap juga perlu dibatasi, makanan lansia disarankan menggunakan rempah-rempah untuk menambah rasa. (ant/lea/bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 4 Februari 2026
32o
Kurs