Rabu, 4 Februari 2026

Khofifah Buka Diklat Petugas Haji Surabaya, Jemaah Jatim Terbanyak Sepanjang Sejarah

Laporan oleh Widya Safitri
Bagikan
Pembukaan diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan Petugas Haji Daerah (PHD) Embarkasi Surabaya 1447 H, Rabu (4/2/2026). Foto: Widya suarasurabaya.net

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan Petugas Haji Daerah (PHD) Embarkasi Surabaya Tahun 1447 Hijriyah, Rabu (4/2/2026) siang. Diklat ini menjadi langkah awal menyiapkan petugas haji yang profesional, berkarakter, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

Selain itu juga menjadi bekal penting bagi ratusan petugas yang akan mendampingi jemaah haji Jawa Timur, yang tahun ini tercatat sebagai yang terbanyak sepanjang sejarah.

Pembukaan diklat berlangsung di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dan dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Puji Raharjo Direktur Jenderal Bina Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, serta Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya.

Jemaah Haji Jatim Terbanyak Sepanjang Sejarah

Dalam sambutannya, Puji Raharjo menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji asal Jawa Timur pada tahun ini menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah. Hal tersebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah terkait rasionalisasi kuota haji Indonesia.

Untuk musim haji 1447 H/2026 M, Provinsi Jawa Timur mendapatkan kuota jemaah haji reguler sebanyak sekitar 42.409 orang, menjadikannya provinsi dengan alokasi jemaah haji terbanyak di Indonesia pada 2026 dibanding provinsi lain. Jumlah ini berdasarkan data resmi pembagian kuota haji yang dirilis pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah, di mana Jawa Timur berada di puncak daftar nasional dengan angka terbesar, di atas Jawa Tengah (34.122) dan Jawa Barat (29.643).

Ia menekankan, diklat ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pembentukan karakter petugas.

“Diklat ini menjadi awal pembentukan karakter petugas, ikhtiar bersama memastikan, kehadiran petugas diraskaan masyarakat. Dan melayani dari hati. Petugas harus menjaga Integritas,” ujarnya.

Menurut Puji, karakter dan integritas petugas menjadi kunci utama dalam memastikan jemaah mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan manusiawi selama menjalankan ibadah haji.

Khofifah Dorong Penguatan Fiqih Perempuan

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur dalam arahannya berharap para petugas haji dibekali pengetahuan yang lebih mendalam, khususnya terkait Fiqhun Nisa atau Fiqih Wanita. Hal ini dinilai penting untuk menjawab berbagai kekhawatiran dan persoalan yang kerap dihadapi jemaah haji perempuan selama beribadah.

Selain itu, Khofifah mengingatkan bahwa petugas haji memiliki peran strategis sebagai representasi bangsa Indonesia di mata dunia.
“Saya senang sekali, pesertanya kekuatan-kekuatan muda. Panjenengan adalah duta bangsa,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa sikap, pelayanan, dan etika para petugas akan mencerminkan wajah Indonesia di hadapan jutaan jemaah dari berbagai negara.

Total terdapat 626 peserta yang mengikuti diklat PPIH Kloter dan PHD Embarkasi Surabaya. Kegiatan pelatihan ini telah berlangsung sejak 28 Januari dan dijadwalkan berakhir pada 6 Februari 2026.

Untuk PPIH Kloter, pelatihan berlangsung selama 10 hari, sementara Petugas Haji Daerah (PHD) mengikuti diklat selama dua hari. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh terkait tugas dan tanggung jawab dalam mendampingi jemaah haji.

Dalam diklat ini, peserta mempelajari berbagai regulasi serta tugas operasional yang akan dijalankan selama penyelenggaraan ibadah haji. Materi mencakup integrasi layanan operasional kloter, mulai dari Madinah, Bir Ali, Makkah, hingga Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Para petugas juga dibekali simulasi penanganan berbagai persoalan yang berpotensi dihadapi jemaah, termasuk masalah kesehatan dan kondisi darurat lainnya. Simulasi ini dirancang agar petugas mampu mengambil keputusan cepat dan tepat di lapangan.

Selain materi pendampingan jemaah, peserta diklat juga menjalani latihan fisik semi militer. Latihan ini bertujuan menjaga kebugaran dan ketahanan fisik petugas agar tetap prima selama mendampingi jemaah haji, yang dikenal memiliki aktivitas padat dan mobilitas tinggi.

Melalui diklat ini, diharapkan seluruh PPIH Kloter dan PHD Embarkasi Surabaya siap menjalankan tugas dengan profesionalisme, empati, dan integritas tinggi demi kelancaran ibadah haji 1447 Hijriah.(wid/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 4 Februari 2026
27o
Kurs