Department of Justice membagikan tiga juta halaman dokumen terkait Epstein, beserta 180.000 gambar dan 2.000 video pada 30 Januari 2026. Penyebaran berkas dilakukan setelah persetujuan Undang-undang (RUU) yang mewajibkan Departemen Kehakiman merilis seluruh dokumen pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Undang-undang itu ditandatangani Donald Trump Presiden AS pada 19 November 2025, setelah disahkan DPR dan Senat AS.
Di dokumen-dokumen yang disebarkan itu terdapat nama-nama besar di dunia. Misalnya email antara Epstein dan seorang bernama “The Duke“. Isi emailnya berbicara tentang makan malam di Istana Buckingham, dan pesan yang menawarkan seorang wanita berusia 26 tahun kepada The Duke.
Ada juga foto yang menunjukkan Andrew Mountbatten-Windsor mantan pangeran yang berlutut dengan seorang wanita terbaring di lantai.
Dari Email yang dirilis Epstein dan Sarah Ferguson, mantan istri Andrew berkirim pesan. Misalnya tanggal 4 April 2009, “Salam sayang, Sarah, Si Rambut Merah.!!”
Lalu di tahun berikutnya, ada email, “Anda adalah seorang legenda. Saya benar-benar tidak punya kata-kata untuk menggambarkan, cintaku, rasa terima kasih atas kemurahan hati dan kebaikan Anda,”
Di tahun berikutnya, muncul lebih banyak pesan yang disensor, salah satunya ada yang mengucapkan selamat atas kelahiran seorang anak. Tapi, tidak pernah ada konfirmasi kalau Epstein memiliki anak.
Richard Branson Pemilik Lebih dari 400 perusahaan Asal Inggris
Dalam berkas yang diungkap, Richard Branson, pendiri Virgin Group asal Inggris mengirim pesan kepada Epstein, yang menyatakan “sangat menyenangkan” bertemu dengannya, ditambah pesan “kapan pun Anda berada di daerah ini, saya ingin sekali bertemu Anda. Asalkan Anda membawa harem Anda!”
Namun, dari Virgin Group mengklarifikasi kata “harem” yang dimaksud adalah tiga anggota dewasa dari Tim Epstein. Begini klaim perusahaan tersebut:
“Kontak apa pun yang dilakukan Richard dan Joan Branson dengan Epstein hanya terjadi beberapa kali lebih dari dua belas tahun yang lalu, dan terbatas pada lingkungan kelompok atau bisnis, seperti acara tenis amal,” katanya.
Richard Branson adalah pengusaha asal Inggris yang dikenal sebagai pendiri Virgin Group, konglomerasi global yang membawahi lebih dari 400 perusahaan di berbagai sektor. Dia lahir pada 18 Juli 1950 di Blackheath, London, Inggris.
Peter Mandelson: Tidak Ingin Timbulkan Rasa Malu
Peter Mandelson telah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Buruh karena tidak ingin menimbulkan rasa malu yang lebih jauh lantaran dugaan hubungannya dengan Jeffrey Epstein seorang pedofil yang dihukum karena kasus kejahatan seksual.
Peter Mandelson adalah Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat yang dicopot dari jabatannya pada tahun lalu. Alasan pencopotannya adalah munculnya email yang merinci hubungannya di masa lalu dengan Epstein.
Muncul dokumen-dokumen yang menunjukkan Epstein membayar $75.000 kepada Mandelson. Pembayaran dilakukan dalam 3 transaksi terpisah masing-masing $25.000 pada tahun 2003 dan 2004.
“Akhir pekan ini saya kembali dikaitkan dengan kehebohan yang dapat dimengerti seputar Jeffrey Epstein dan saya merasa menyesal dan meminta maaf atas hal ini,” kata Mandelson, Senin (2/2/2026).
Namun, hal tersebut dibantah, dan Peter Mandelson menyebut dirinya tidak memiliki ingatan tersebut.
Trump Disebut Ratusan Kali
Donald Trump disebut ratusan kali dalam berkas Epstein. Trump dikenal pernah berteman dengan Epstein, tetapi hubungan mereka diklaim memburuk bertahun-tahun yang lalu. Trump juga membantah mengetahui kejahatan seksual Epstein.
Tahun lalu, FBI menyusun tuduhan yang dilayangkan kepada Trump. Katanya ada banyak tuduhan tanpa dukungan bukti. Trump juga secara konsisten membantah, melakukan kesalahan apa pun terkait kasus kejahatan seksual Epstein.
Terkait dokumen tersebut, Departemen Kehakiman AS pernah menyampaikan klarifikasi.
“Beberapa dokumen tersebut berisi klaim yang tidak benar dan sensasional terhadap Presiden Trump yang diserahkan kepada FBI tepat sebelum pemilihan tahun 2020. Agar jelas, klaim-klaim tersebut tidak berdasar dan salah, dan jika memiliki sedikit pun kredibilitas, tentu saja sudah akan digunakan sebagai senjata melawan Presiden Trump,” ungkap lembaga tersebut.
Elon Musk Tanya soal Pesta Terliar Epstein
Dokumen-dokumen yang dirilis mengungkap email antara Epstein dan Elon Musk. Musk juga pernah mengatakan, Epstein mengundangnya ke pulau tetapi dia menolak.
Email-email dari November 2012 menunjukkan Epstein bertanya berapa banyak orang yang perlu diangkut Musk dengan helikopter ke pulau itu, dan Musk menjawab hanya dirinya dan Talulah Riley istrinya saat itu.
Dalam serangkaian email lain dari akhir tahun 2013, Musk dan Epstein juga membahas kunjungan ke pulau milik pengusaha tersebut. Namun tidak ada bukti Musk pernah benar-benar melakukan perjalanan ke pulau Epstein.
Bill Gates Bantah Tuduhan Tertular Penyakit Seksual
Bill Gates pendiri Microsoft diseret dalam kasus Epstein, di mana ada tuduhan dia tertular penyakit menular seksual. Juru bicara Microsoft menyebut tuduhan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Dua email tertanggal 18 Juli 2013 tampaknya dirancang Epstein, tetapi tidak jelas apakah email tersebut pernah dikirim ke Gates. Salah satu email ditulis sebagai surat pengunduran diri dari Yayasan Bill dan Melinda Gates. Ada keluhan soal keharusan untuk mendapatkan obat bagi Gates.
Sekadar informasi, Jeffrey Epstein adalah seorang pengusaha keuangan Amerika yang divonis bersalah atas kasus kejahatan seksual pada 2021 dan divonis hukuman penjara selama 20 tahun.
Meski begitu, Epstein terus menyangkal dirinya bersalah. Dia meninggal bunuh diri di sel penjara New York pada Agustus 2019, sebulan setelah didakwa atas tuduhan perdagangan seks oleh otoritas federal. (lea/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
