Kamis, 5 Februari 2026

IHSG Menguat, Pelaku Pasar Pilih Wait and See Jelang Rilis Data Ekonomi RI

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Seorang pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/6/2024). Foto: Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat menguat pada Kamis (5/2/2026). Penguatan terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar, terhadap data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2025.

IHSG dibuka menguat 20,63 poin atau 0,25 persen ke posisi 8.167,35. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,69 poin atau 0,32 persen ke posisi 835,49.

Reydi Octa pengamat pasar modal mengatakan, faktor yang menentukan fluktuasi IHSG dalam dua hari kedepan adalah kelanjutan penanganan Morgan Stanley Capital International. (MSCI).

“IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 8.000-8.300. Jika terlihat ada kemajuan dalam dialog, maka dapat meredakan tekanan volatilitas, tetapi jika belum, maka tekanan jual masih bisa berlanjut,” ujar Reydi Octa seperti dilansir Antara, Kamis (5/2/2026).

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perilisan data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Di mana konsensusnya diperkirakan sebesar 5 persen (yoy) dari sebelumnya 5,3 persen (yoy) pada 2024.

Selain itu pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 diperkirakan sebesar 5,2 persen (yoy) dan 1,9 persen (qoq) dari mulanya 5,04 persen (yoy) dan 1,43 persen (qoq) pada kuartal III 2025.

Untuk penguatan pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan tercapainya free float 15 persen bertahap dalam tiga tahun. Katanya free float bakal dilakukan secara hati-hati, bertahap, dan terukur.

OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama-sama memperhatikan kesiapan emiten, kondisi pasar, serta kapasitas penyerapan investor.

Dari sisi global, pelaku pasar bakal mencermati penjualan di wilayah Eropa periode Desember 2025, yang ditaksir tumbuh 2,3 persen (yoy) dari sebelumnya 2 persen pada November 2025.

Pertemuan Europan Central Bank (ECB), yang diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15 persen dan deposit facility rate di 2 persen, juga ditunggu pelaku pasar. Sementara pertemuan Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tetap di level 3,75 persen.(ant/lea/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 5 Februari 2026
30o
Kurs