Memiliki jantung yang sehat sangat penting untuk kesejahteraan sehari-hari, tetapi banyak orang tanpa sadar mengabaikannya. Sehingga, seringkali melakukan kesalahan secara terus menerus, yang mengakibatkan penyakit jantung.
Melansir laman Health, Kamis (5/2/2026), terdapat delapan kesalahan atau kebiasaan buruk yang dapat memicu kasus penyakit jantung, mulai mengonsumsi terlalu banyak garam, hingga kecanduan scroll handphone sebelum tidur. Berikut lebih lengkapnya:
1. Mengonsumsi Terlalu Banyak Garam
Garam merupakan bahan makanan yang sering kali dikonsumsi publik. Memiliki kandungan natrium yang berfungsi menjaga fungsi saraf dan otot tubuh, sehingga peran garam sangat penting bagi kesehatan. Namun, mengonsumsi natrium secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi inilah yang menjadi salah satu faktor risiko terkuat munculnya penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung dan serangan jantung.
2. Terlalu Banyak Duduk
Duduk terlalu lama ternyata dapat memicu penyakit serius. Bayangkan jika anda tidak aktif bergerak, maka sudah dapat dipastikan juga anda tidak membakar banyak kalori. Jika hal itu terus-menerus anda lakukan, maka anda cenderung akan mengalami kenaikan berat badan yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, diabetes, dan sejumlah masalah yang dapat membahayakan jantung.
3. Kecanduan Scroll Handphone sebelum Tidur
Di era yang serba digital seperti sekarang ini, pastinya banyak dari kita yang bergantung pada hp. Bahkan saat bersantai sebelum tidur pun, hp memiliki peran utama bagi kebanyakan orang untuk menikmati waktu istirahatnya. Akan tetapi, kebiasaan seperti ini justru mengganggu istirahat anda.
Cahaya biru layar gadget dapat menekan melatonin (hormon tidur) dan merangsang peningkatan kortisol (hormon stress). Perumpamaaanya, jika satu jam yang anda habiskan untuk scroll hp bisa berarti satu jam tambahan waktu tidur.
Adapun kurang tidur merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular. Ketika Anda tidak cukup istirahat, maka tekanan darah tetap tinggi lebih lama, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
4. Konsumsi Junk Food Berlebih
Makanan cepat saji memang memiliki daya tarik tersendiri, tetapi mengonsumsi junk food secara berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah dan kolestrol serta menyebabkan kenaikan berat badan.
Harmony Reynolds seorang ahli jantung NYU Langone dan sukarelawan American Heart Association, menjelaskan bahwa, “Banyak di antaranya (junk food) membuat kita merasa lelah satu atau dua jam kemudian karena kadar gula darah turun, dan kemudian kita mencari camilan lain,” katanya.
5. Kurang Bersosialisasi
Kurangnya kegiatan sosialisasi tidak hanya mengakibatkan kesepian dan menurunnya kinerja kesehatan otak, tetapi risiko kesehatan bagi jantung juga terserang. Penyakit seperti serangan jantung dan stroke akan timbul jika anda kurang bersosialisasi.
Baljash Cheema seorang ahli kardiologi gagal jantung lanjut dan transplantasi di Northwestern Medicine kepada Health mengatakan, “Sudah diketahui bahwa stres, kecemasan, kurangnya koneksi sosial, dan kesepian, semuanya merupakan beberapa faktor risiko ringan untuk penyakit jantung.”
6. Mengabaikan Pentingnya Angka Kesehatan Jantung
Memeriksa kesehatan jantung secara berkala sudah sepatutnya menjadi kebutuhan sekunder di era global seperti ini. Pemeriksaan angka kesehatan jantung sangat penting untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit jantung yang dapat dicegah, seperti tekanan darah tinggi, kolestrol, dan gula darah.
Nilay Shah ahli jantung di Northwestern Medicine. mengatakan, kebanyakan orang menganggap masalah ini hanya terjadi pada usia lanjut. “Tetapi orang muda semakin sering mengalami hal-hal seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes (gula darah tinggi),” kata Nilay.
7. Menganggap Gaya Hidup tidak dapat Diubah
Baljash Cheema seorang ahli kardiologi gagal jantung lanjut dan transplantasi di Northwestern Medicine mengatakan bahwa pasiennya merasa putus asa dengan kebiasaan mereka saat ini
“Orang-orang terkadang khawatir mereka sudah terlalu jauh. Misalnya, ‘Saya sudah merokok terlalu lama,’ atau ‘Saya sudah kelebihan berat badan,’ atau ‘Saya sudah lama tidak berolahraga. Mengapa saya harus mulai melakukannya sekarang?’” katanya.
Sementara Brian Downey Direktur Layanan Kardiologi Umum di Tufts Medical Center juga melihat pasiennya merasa putus asa, terutama ketika mereka tidak melihat hasilnya secara langsung.
Orang-orang berharap menurunkan berat badan 30 pon (sekitar 13,6 kg) dalam sebulan, dan ketika targetnya tidak terpenuhi, mereka bisa frustrasi atau patah semangat hingga kemudian berhenti,” katanya.
8. Mengabaikan Tanda-Tanda Peringatan Dini
Mengabaikan hal-hal kecil seperti nyeri dada sebaiknya mulai sekarang dihindari, karena nyeri dada merupakan gejala serangan jantung yang paling umum. Penting untuk mengatasi gejala jantung sesegera mungkin, karena pengobatan tepat waktu untuk penyakit jantung serius dapat mengurangi risikio kecacatan dan kematian.(mun/bil/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
