Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 0,11 persen. Di sisi lain, jumlah penduduk Indonesia yang bekerja naik 1,37 persen, di angka 147,91 juta orang.
Amalia Adininggar Widyasanti Kepala BPS mengatakan, peningkatan jumlah pekerja dan penurunan tingkat pengangguran, karena bertambahnya angkatan kerja dalam tiga bulan terakhir.
Per November 2025 jumlah penduduk usia kerja tercatat 218,85 juta orang. Angka ini naik 0,681 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Sedangkan angkatan kerjanya mencapai 55,27 juta orang atau bertambah 1,262 juta orang.
Kemudian, yang bukan angkatan kerja turun 0,58 juta orang menjadi 63,58 juta orang.
“Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 tercatat sebesar 4,74 persen atau turun sekitar 0,11 persen,” kata Amalia seperti dilansir Antara, Kamis (5/2/2026).
Selain itu, BPS juga mencatat peningkatan jumlah pekerja penuh sebesar 100,49 juta orang atau bertambah 1,85 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Sedangkan pekerja paruh waktu 35,8 juta orang dan setengah pengangguran sebanyak 11,55 juta orang.
Sektor pertanian jadi penyerap tenaga kerja terbesar pada November 2025. Lalu diikuti sektor perdagangan dan industri pengolahan.
“Hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali aktivitas jasa lainnya dan pengadaan listrik, dan gas,” tuturnya.
Berdasarkan status pekerjaan, sebanyak 38,81 persen adalah buruh, karyawan, atau pegawai.
“Jumlah penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri mengalami penurunan yakni sebesar 0,68 juta orang,” pungkasnya. (ant/lea/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
