Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membidik 21 ribu anak berstatus tidak sekolah (ATS) untuk mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
Program tersebut dibuat untuk menyiapkan anak-anak yang putus sekolah memasuki dunia kerja.
Yaya Sutarya Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen mengatakan, Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026, telah dibuat.
Saat ini fokusnya memperluas akses dan menjangkau kelompok-kelompok yang selama ini kesulitan mendapat akses pendidikan, untuk dilatih.
“Tahun 2026, fokus kami diarahkan pada wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), wilayah pascabencana, serta afirmasi khusus untuk wilayah Papua, serta daerah lain yang ditentukan berdasarkan pertimbangan khusus. Pendidikan nonformal kami dorong menjadi jembatan nyata untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yaya seperti dilansir Antara, Kamis (4/2/2026).
Program PKK dan PKW jadi langkah strategis pemerintah menyebarkan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja pada anak-anak yang putus sekolah. Khususnya buat masyarakat pengangguran. Sehingga ke depan mereka memiliki kecakapan kerja, kemandirian ekonomi, dan daya saing di dunia kerja atau dunia usaha.
“Pastikan untuk selalu kolaborasi bersama mitra industri dan pemerintah daerah, baik dalam penyusunan kurikulum, praktik/magang, hingga penempatan kerja. Petunjuk teknis ini disusun untuk dapat memastikan program berjalan secara efektif, akuntabel, dan tepat sasaran,” kata Yaya.
Program PKK akan menyasar ATS berusia 17-25 tahun. Pelatihan akan berbasis kompetensi yang disesuaikan kebutuhan pasar kerja.
Sementara PKW ditujukan bagi ATS berusia 15–25 tahun. Fungsinya untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta mendorong penciptaan lapangan kerja mandiri berbasis potensi lokal.
Berbagai keterampilan, minat dan bakat anak-anak diasah. Targetnya 21 ribu peserta didik, yang terdiri atas 12.780 peserta Program PKK dan 8.730 peserta Program PKW. (ant/lea/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
