Kamis, 5 Februari 2026

Krisis Dana: UNRWA Pangkas 20 Persen Layanan Kemanusiaan untuk Palestina

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Ilustrasi krisis keuangan. Foto Freepik

The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA) memangkas 20 persen layanan kemanusiaan di Palestina, imbas krisis pendanaan.

Philippe Lazzarini Komisaris Jenderal UNRWA mendesak negara-negara anggota memberikan dukungan dana, ketimbang hanya memberikan dukungan politik saja.

“Saat ini, lembaga kami mengalami kekurangan dana anggaran yang sangat besar untuk mempertahankan seluruh layanan di kawasan, dengan jumlahnya lebih dari 200 juta dolar AS (sekitar Rp3,37 triliun),” kata Lazzarini seperti dilansir Antara, Kamis (5/2/2025).

UNRWA dilaporkan tidak lagi mampu menanggung biaya audit operasional dan terpaksa mengurangi volume layanan sebesar 20 persen.

“Yang berarti, alih-alih sekolah berlangsung lima hari dalam sepekan, kini hanya empat hari. Begitu pula klinik kesehatan, yang sebelumnya buka 40 jam per pekan, kini hanya beroperasi selama 32 jam,” ujarnya.

Philippe Lazzarini menegaskan Gaza masih dalam kondisi sulit dan membutuhkan bantuan. Meskipun pada 10 Oktober 2025, genjatan senjata diberlakukan.

UNRWA adalah lembaga utama penyedia bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Palestina sejak 1950. Layanannya meliputi penyediaan pangan, layanan kesehatan, pendidikan, dan tempat tinggal.

Setidaknya ada 5,9 juta pengungsi yang didukung selama 75 tahun beroperasi. Namun fasilitas-fasilitas yang dimiliki badan bantuan dari PBB itu berulang kali menjadi sasaran serangan Israel.(ant/lea/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 5 Februari 2026
25o
Kurs