Jumat, 6 Februari 2026

Harlah 1 Abad NU di Kota Malang Dihadiri Ratusan Ribu Jemaah, Panitia Lakukan Sejumlah Persiapan

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Satu Abad Nahdlatul Ulama. Foto: Instagram @nahdliyinbersatu

Jelang gelaran Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar selama dua hari, 7-8 Februari 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang, panitia telah melakukan sejumlah persiapan.

Prof. Maskuri Bakri Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU menerangkan, bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah persiapan. Karena, dalam gelaran itu akan dihadiri sejumlah tokoh penting Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gubernur Jawa Timur, hingga Prabowo Subianto Presiden RI.

“Yang jelas kita ini masih persiapan. Saat peninjauan kemarin, Bu Khofifah sempat menyampaikan bahwa kita harus menjadi tuan rumah yang terbaik. Karena acara ini tidak hanya merayakan atau menutup satu abad NU, tapi juga mengawali abad kedua NU,” katanya, saat onair di Radio Suara Surabaya.

Prof. Maskuri menambahkan, gelaran Harlah 1 Abad NU akan diawali dengan apel 2.000-an anggota banser pada Sabtu (7/2/2026) siang.

Para anggota banser akan dipetakan sesuai dengan titik drop zone atau zona transit yang telah disediakan.

“Drop zone ini nanti fungsinya sebagai tempat transit para jemaah yang datang. Jadi, mereka akan turun dari bus di drop zone. Kemudian berjalan kaki menuju Stadion Gajayana,” ungkapnya.

Rata-rata, lanjut Prof. Maskuri, jarak antara drop zone dan lokasi harlah tidak jauh. Ada yang hanya 500 meter, satu kilometer, atau yang paling jauh sekitar tiga kilometer.

Prof. Maskuri memperkirakan para jemaah akan datang secara bertahap sejak Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB.

“Karena pada Minggu (8/2/2026) pukul 00.00 WIB, harus tiba di Stadion Gajayana dan memulai sejumlah kegiatan. Seperti, khatmil Quran 999 kali, mujahadah dan pemberian ijazah kubro. Kemudian ada istigasah dan doa bersama yang dipimpin oleh kiai sepuh, serta dilanjut Sholat Tahajud dan Subuh berjamaah,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kata Prof. Maskuri, kegiatan masih akan dilanjut dengan selawat bersama yang dipimpin oleh majelis muslimin. Acara kemudian dilanjut dengan sambutan-sambutan dari PWNU Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim, KH Miftaghul Akhyar Rais Aam PBNU. Selanjutnya ditutup dengan pidato kebangsaan oleh Prabowo Subianto Presiden RI.

“Acara diperkirakan selesai pukul 08.00 atau 08.30 WIB pada Minggu pagi,” tutupnya.

Adapun berdasar informasi yang disampaikan Polresta Malang Kota melalui Instagra, resminya, akan ada 12 ruas jalan yang dialihkan imbas gelaran ini di antaranya, Jalan Besar Ijen, Jalan Retawu, Jalan Wilis, Jalan Pahlawan Trip, Jalan Semeru, Jalan Lawu, Jalan Welirang, Ja;an Merapi, Jalan Taman Slamet, Jalan Sumbing, Jalan Guntur, dan Jalan Buring.

Sedangkan pengalihan arus akan dimulai pada Sabtu (7/2/2026) sekira pukul 12.00 WIB hingga Minggu (8/2/2026) pukul 20.00 WIB.

Sejumlah ruas jalan terbatas yang disiapkan oleh pihak kepolisian, hanya bisa dilalui oleh kendaraan peserta VIP dan penghuni di sekitar lokasi kegiatan. Sementara pengguna jalan lainnya, diimbau untuk mencari jalur alternatif lainnya.(kir/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 6 Februari 2026
26o
Kurs