Sabtu, 7 Februari 2026

Orasis Art Space Gelar Pameran Arsip “Segue #3: Amang Rahman – Emanasi”

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Patung Amang Rahman Jubair yang dipamerkan di Orasis Art Space, Jumat (6/2/2026). Foto: Fauzan Habibi Hibatullah Mg suarasurabaya.net

Orasis Art Space mengadakan media gathering untuk memperkenalkan pameran arsip berjudul Segue #3: Amang Rahman – Emanasi pada Jumat (6/2/2026) siang.

Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh yang berperan penting dalam perencanaan pameran seperti Heru Hikayat kurator sekaligus pengulas seni rupa, Nabila Warda sebagai tim riset, Henri Nurcahyo kerabat Amang Rahman, serta Deby Prima Dewi Direktur Pelaksana Orasis Art Space.

Dalam Segue #3, pameran ini menyoroti perjalanan Amang Rahman seniman asal Surabaya yang dikenal melalui pendekatan kontemplatif dalam berkarya.

Pameran karya seni itu menampilkan sejumlah lukisan kaligrafi dan surealisme atau lukisan tentang dunia imajinatif, serta buku-buku berisi karya seniman berkelahiran tahun 1931 itu.

Heru Hikayat mengatakan, pameran ini bukan sekadar pertunjukkan lukisan, tapi juga arsip.

“Walaupun sebenarnya karya (lukisan) itu juga terkategori arsip ya, tapi mari kita bedakan dulu antara karya dalam pengertian terutama lukisan-lukisan dari Pak Amang Rahman dan kemudian sejumlah material pendukung yang kita sebutnya arsip,” katanya dalam sambutan Segue #3: Amang Rahman – Emanasi, Jumat siang.

Material pendukung yang dimaksud kurator asal Bandung itu adalah buku-buku yang menulis tentang Amang Rahman, termasuk buku kumpulan puisi H. Amang Rahman Jubair: Sajak Putih, yang disusun oleh kerabatnya, Henri Nurcahyo.

Saat melakukan riset, pihak Orasis berkolaborasi dengan Nabila Warda dan Yuki Hatori praktisi seni untuk mengumpulkan sejumlah karya dan data-data yang memuat tentang Amang Rahman.

Nabila Warda praktisi seni yang berbasis di Gresik mengatakan, tim riset sangat terbantu dengan hadirnya Henri Nurcahyo sebagai penulis sekaligus kerabat sang seniman.

“Jadi selama dua bulan ini, kami kebetulan sangat terbantu dengan adanya Pak Henri Nurcahyo karena beliau sudah menerbitkan salah satu buku tentang Amang Rahman. Jadi banyak data juga dari Pak Amang yang bisa dilihat di situ, juga beberapa karya yang sudah didokumentasikan,” jelasnya kepada para jurnalis.

Nantinya, isi dari berbagai buku yang menulis perjalanan Amang Rahman akan ditampilkan secara digital di ruang pameran. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan fisik yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Henri Nurcahyo berharap pameran ini bisa menjadi wadah penghargaan sekaligus bentuk penghormatan bagi kerabatnya, Amang Rahman.

“Saya berharap pameran ini menjadi sebuah tonggak yang bersejarah dan masyarakat secara umum,” pungkasnya.

Pameran Segue #3: Amang Rahman – Emanasi dibuka mulai 7 Februari sampai 19 April 2026 di Orasis Art Space.

Acara ini berlangsung setiap hari Selasa hingga Minggu dengan dua sesi.

Sesi pertama dimulai pukul 11.00 sampai 14.00 WIB.Sementara sesi kedua dimulai pukul 15.00 sampai pukul 18.00 WIB.

Tiket masuk pameran ini dibanderol dengan harga Rp88.000 yang bisa dibeli melalui laman resmi Orasis Art Space.(ily/wld/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 7 Februari 2026
26o
Kurs