Sabtu, 7 Februari 2026

Tuntaskan Misi Perdamaian PBB di Lebanon, KRI SIM-367 Tiba di Surabaya

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Keluarga TNI AL menyambut kedatangan prajurit di KRI SIM-367 saat bersandar di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jatim, pada Sabtu (7/2/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 akhirnya kembali ke tanah air setelah menuntaskan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Kapal perang TNI Angkatan Laut ini sandar di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026), usai menjalankan tugas sebagai bagian dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL selama lebih dari satu tahun.

Laksamana Muda TNI Alit Jaya Panglima Koarmada II mengatakan, KRI SIM-367 sudah melaksanakan tugas berupa misi perdamaian di Lebanon sejak 2024.

“Ini merupakan pelaksanaan daripada mandat resolusi PBB nomor 1701 yang sudah diterbitkan sejak 2006,” katanya saat menyabut kedatangan KRI SIM-367 di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya pada Sabtu (7/2/2026).

Laksamana Muda TNI Alit Jaya Panglima Koarmada II bersama Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jatim, pada Sabtu (7/2/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Penugasan KRI SIM-367 sebagai bagian dari Satgas MTF Konga XXVIII-P/UNIFIL selaras dengan program Asta Cita Prabowo Subianto Presiden RI. Khususnya dalam upaya memperkuat pertahanan dan keamanan negara, menjalankan politik luar negeri bebas aktif, serta meningkatkan peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dan ketertiban dunia.

“Keberhasilan pelaksanaan patroli maritim, diplomasi TNI Angkatan Laut, serta pengakuan internasional yang diraih menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun kekuatan pertahanan yang profesional, modern, dan berdaya saing global, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim yang berkontribusi nyata terhadap stabilitas keamanan internasional,” jelasnya.

Selama misi tersebut, KRI SIM-367 melaksanakan 33 kali on task, meliputi hampir 70 persen patroli di Laut Mediterania, berhasil melakukan hailing terhadap 498 kapal sipil, memonitor 20 kapal perang asing, serta mengawasi 172 pesawat udara militer.

Selain itu, helikopter HS-1306 mencatat total 135 jam 43 menit terbang, AAWC sebanyak 1.408 jam dan dilakukan latihan bersama dengan berbagai angkatan laut asing sebanyak 150 kali, termasuk dengan KRI Brawijaya-320 di Laut Mediterania.

TNI AL tiba di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, setelah tugas internasionalnya di perairan Lebanon, pada Sabtu (7/2/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-P/UNIFIL sekaligus Komando Kapal perang Korvet kelas SIGMA mengatakan, TNI AL selama tugasnya membawa 120 prajurit yang terdiri dari 105 prajurit KRI, 9 crew helikopter, perwira Intelijen, psikologi, penerangan, dokter umum, kopaska serta penyelam.

Selama di Lebanon, TNI AL memiliki tiga tugas utama, yakni pertama melaksanakan operasi untuk menjaga keamanan di perairan Lebanon. Ia mengatakan bahwa ancaman utama di perairan Lebanon adalah peredaran senjata ilegal.

“Sehingga itu yang selama ini menjadi tugas pokok kami untuk dijaga, sehingga harapannya dengan terkendalinya atau tidak adanya peredaran senjata secara ilegal dari laut, maka akan membantu berkontribusi terhadap ketertiban dan keamanan di wilayah Lebanon secara umum,” ucapnya.

Tugas kedua, yakni membantu mengawasi udara untuk menjaga dan mengawal gencatan senjata yang terjadi antara Israel dan Hizbullah.

“Air Surveillance itu tadi ditujukan untuk memantau pelanggaran udara yang dilakukan oleh Israel, baik itu menggunakan pesawat fighter ataupun drone yang melanggar memasuki wilayah udara atau teritorial Lebanon. Itu yang kami lakukan, kami memonitor dan melaporkan kepada Unifil Headquarter untuk kemudian diteruskan ke UN dan dilanjutkan dengan langkah-langkah diplomatik,” ujarnya.

Tugas ketiga, membantu membangun kapasitas Angkatan Laut Lebanon. Ia menyebut, Angkatan Laut Lebanon saat ini belum mampu secara mandiri melaksanakan pengamanan di perairannya, sehingga keberadaan MTF Unifil membantu meningkatan kapasitas mereka.

“Sehingga diharapkan satu saat nanti dalam waktu dekat mereka mampu untuk melaksanakan patroli maritim mengamankan perairannya sendiri atau secara mandiri,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, KRI SIM-367 menerima berbagai penghargaan dari komunitas internasional, yakni Letter of Appreciation dari Maritime Task Force Commander, Rear Admiral Richard Kesten (Jerman), Maritime Task Force Commander, Rear Admiral Stephan Plath (Jerman), UN Medal dari UNIFIL Force Commander, Major General Diodato Abagnara (Spanyol), LAF Medal dari LAF Navy Commander, Admiral Mustafa Al-Ali (Lebanon), Medali Duta Budaya RI dari Dubes RI untuk Lebanon, H.E. Dicky Komar serta Tanzania Medal dari Tanzania Contingent Commander. (ris/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 7 Februari 2026
28o
Kurs