Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog membidik negara-negara di kawasan Asia Tenggara sebagai tujuan utama ekspor beras pada 2026, menyusul swasembada beras yang dicapai.
Rizal mengatakan, Bulog mendapat tanggung jawab mengekspor sekitar satu juta ton beras tahun ini sebagai bagian dari upaya memperluas pasar produk pangan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di perdagangan regional.
“Nah, satu juta ton beras itu (diekspor) ke mana saja? Yang pertama targetnya adalah negara-negara tetangga kita, Asia Tenggara, yaitu Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini. Insya Allah terwujud (ekspor beras),” kata Rizal di Jakarta, Sabtu (8/2/2026) yang dikutip Antara.
Negara-negara tujuan ekspor itu dinilai memiliki kedekatan geografis serta kebutuhan beras yang masih dapat dipenuhi melalui kerja sama perdagangan.
Untuk merealisasikan target tersebut, Bulog berkoordinasi dengan atase perdagangan di negara tujuan serta menjalin komunikasi dengan atase militer guna memperlancar proses diplomasi dan distribusi ekspor beras.
“Bahkan, juga dibantu oleh atase-atase militer untuk mengkomunikasikan supaya ini bisa terwujud,” katanya.
Selain target ekspor ke negara tetangga, Bulog juga menerima penugasan baru menyiapkan pasokan beras bagi Jemaah Haji Indonesia yang akan berangkat pada musim haji tahun 2026.
Penugasan tersebut untuk menjamin kebutuhan konsumsi beras jamaah terpenuhi dengan produk beras lokal, mengingat sebagian besar Jemaah Indonesia terbiasa mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok sehari-hari.
“Kami kemarin dapat perintah untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Kementerian Perdagangan untuk mengekspor beras 4.000 ton untuk kebutuhan jamaah haji di tahun 2026,” tutur Rizal.
Dia melanjutkan, rencana pengiriman beras untuk jamaah calon haji tersebut dijadwalkan setelah pelaksanaan rapat koordinasi terbatas, dengan target pengiriman dilakukan dalam waktu dekat agar kebutuhan logistik dapat terpenuhi tepat waktu.
Rizal optimistis seluruh target ekspor, baik ke negara-negara Asia Tenggara maupun untuk kebutuhan jamaah haji dapat direalisasikan sesuai rencana melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan berbagai pihak terkait.
“Syukur alhamdulillah, besok Senin (9/2/2026) kami akan melakukan rapat koordinasi terbatas (Rakortas), mudah-mudahan diputuskan dan dalam waktu dekat, sekitar Maret, sudah kami kirim ke Saudi Arabia,” tandasnya.(ant/bil/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
