Rabu, 11 Februari 2026

Beasiswa Garuda Sarjana 2026 Dibuka, Fokus Kampus Top Dunia dan 10 Bidang Prioritas

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Brian Yuliarto Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI dalam Rapat Kerja Forum Komunikasi Senat Politeknik Se-Indonesia di Jakarta, Jumat (21/2/2025). Foto: Kemdiktisaintek RI

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka Program Beasiswa Garuda Sarjana (S1) Tahun 2026.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

Brian Yuliarto Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan prioritas utama pemerintah saat ini.

“Kita menginginkan adanya talenta-talenta unggul dari bangsa kita yang dapat bersaing di kancah global,” ujar Brian dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Menurut Brian, Beasiswa Garuda Sarjana dirancang untuk menjaring talenta terbaik Indonesia agar dapat mengenyam pendidikan kelas dunia. Mulai tahun 2026, pemerintah juga memperluas skema studi melalui program joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri.

“Kita juga akan memilih talenta-talenta terbaik itu untuk bersekolah di kampus-kampus top di Indonesia, tapi dengan tambahan joint degree atau double degree ke sekolah-sekolah di luar negeri,” katanya.

Seleksi Lebih Terukur dan Transparan
Brian menekankan bahwa proses seleksi Beasiswa Garuda Sarjana dilakukan secara objektif dan terbuka bagi seluruh peserta yang memenuhi syarat. Pemerintah memastikan mekanisme seleksi berjalan transparan guna menjaring calon mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah.

Sementara itu, Ahmad Najib Burhani Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kemdiktisaintek menjelaskan bahwa Beasiswa Garuda Sarjana merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini terintegrasi dalam ekosistem SMA Unggul Garuda yang telah berjalan sejak 2025.

“Di tahun 2025 kami telah mendukung kurang lebih 416 penerima beasiswa yang saat ini berkuliah di berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia,” ujar Najib dilansir dari Antara.

Perubahan Skema Seleksi 2026
Memasuki tahun 2026, Kemdiktisaintek melakukan sejumlah penyesuaian dalam sistem seleksi Beasiswa Garuda Sarjana agar lebih terukur dan selaras dengan arah kebijakan nasional.

Salah satu perubahan utama adalah penetapan tujuan studi berdasarkan peringkat program studi terbaik dunia, bukan lagi sekadar peringkat universitas secara umum. Penilaian akan merujuk pada pemeringkatan global berbasis bidang studi.

“Tahun ini sudah dipilih 100 ranking subject, jadi rankingnya berdasarkan kepada bidang studi atau prodi yang terbaik berdasarkan QS,” kata Najib Burhani.

Selain itu, Letter of Acceptance (LoA) tidak lagi menjadi syarat utama pada seleksi 2026. Kebijakan ini diharapkan memperluas akses dan kesempatan bagi calon mahasiswa berprestasi yang belum memperoleh LoA dari kampus tujuan.

Dukung 10 Bidang Prioritas Nasional
Penyesuaian kebijakan ini diarahkan untuk mendukung sepuluh bidang prioritas nasional, antara lain kesehatan, ketahanan pangan, pertahanan, digitalisasi, hilirisasi industri, energi, serta hukum dan kebijakan publik.

Melalui Beasiswa Garuda Sarjana 2026, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi cendekiawan muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi konkret bagi kemajuan Indonesia di masa depan.

Program ini sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan global melalui investasi jangka panjang di sektor pendidikan tinggi dan riset. (ant/mun/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 11 Februari 2026
26o
Kurs