Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali meluncurkan Program Angkutan Lebaran arus balik gratis dengan tajuk “Balik Kerja Bareng BPKH 2026”, menargetkan 2.700 peserta di berbagai wilayah di Indonesia.
Program itu bertujuan untuk memberi bantuan kepada masyarakat kembali ke perantauan dengan aman setelah masa libur lebaran.
“Program Balik Kerja ini adalah salah satu upaya kami untuk memberikan manfaat langsung dari hasil pengelolaan tersebut bagi kesejahteraan umat, sekaligus mendukung tradisi silaturahmi masyarakat dengan cara yang aman dan nyaman,” ujar Sulistyowati Anggota Badan Pelaksana BPKH, Rabu (11/2/2026), seperti dilaporkan Antara.

Tahun ini, BPKH menggandeng empat mitra untuk bekerja sama, yaitu Baitulmaal Muamalat (BMM), Rumah Zakat, Solo Peduli, dan Lembaga Amil Zakat Ummul Quro (LAZUQ). Dengan total sasaran 2.700 peserta, BPKH akan menyediakan 60 bus eksekutif yang memiliki kapasistas 45 kursi dengan pengaturan kursi 2-2.
Sulistyowati menegaskan, pendanaan program itu tidak menggunakan dana setoran awal haji milik jemaah, melainkan dari nilai manfaat hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU).
“Kami memastikan bahwa kegiatan kemaslahatan ini bersumber dari nilai manfaat hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU), dimana dana pokoknya tetap utuh dan terus bertambah,” katanya.
Keberangkatan program Balik Kerja dibagi menjadi dua gelombang berdasarkan daerah.
Gelombang pertama pada Senin, 23 Maret 2026 di Balaikota Wali Kota Yogyakarta dan di Masjid Raya Al Bakrie, Lampung. Gelombang kedua pada Selasa, 24 Maret 2026 di De Tjolomadoe Solo dan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.
Seluruh bus akan berhenti di beberapa terminal utama di Jabodetabek, yakni Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Poris, dan Baranangsiang.
Pendaftaran telah dibuka oleh BPKH dan masyarakat yang berminat serta telah memenuhi persyaratan dapat mengisi formulis secara online melalui bpkh.go.id/balik-kerja-2026. (ant/vve/ham/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
