Kamis, 12 Februari 2026

Eri Cahyadi Kenang Pesan Adi Sutarwijono: Saat Disakiti Biar Tuhan Membalas

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya tampak sedih saat diwawancarai awak media usai menghadiri persemayaman Adi Sutarwijono Ketua DPRD Kota Surabaya di Grand Heaven, Rabu (11/2/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Isak tangis Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya pecah di depan peti jenazah Adi Sutarwijono Ketua DPRD Kota Surabaya saat disemayamkan di Grand Heaven, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/2/2026) malam.

Pantauan suarasurabaya.net, Eri tiba didampingi istrinya Rini Indriani pukul 18.24 WIB langsung menyaksikan wajah Awi untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan besok, Kamis (12/2/2026).

Tangisnya pecah saat melihat rekan separtainya itu tidak lagi bisa merangkulnya seperti yang biasa dilakukan Awi saat Eri menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Kota Surabaya.

Dia mengenang baik sosok Awi semasa hidup dan menjabat sangat bijaksana dan berjuang untuk Surabaya meski dalam kondisi sakit sejak November 2025.

Jasa Awi menyatukan semua Anggota DPRD Kota Surabaya untuk satu visi-misi membangun kota, menurutnya tidak bisa terlupakan.

“Ketika beliau menjadi ketua DPRD, beliau adalah orang yang bijak. Bagaimana beliau tidak melihat satu apa, saya dari mana, tidak. Tapi menggabungkan semua orang yang ada di DPRD dari semua partai untuk menjadikan yang terbaik bagi warga Kota Surabaya. Beliau adalah orang yang luar biasa buat saya,” tuturnya.

Kepergian Awi mengingatkan kenangannya bersama almarhum yang sering berbagi pikiran.

“Saya sering berbagi dengan beliau. Kadang saya ke rumahnya dan kita ngobrol di ruangan beliau dan itu saling bertukar pikiran bagaimana kita ini bisa memberikan yang terbaik bagi warga Kota Surabaya. Momen-momen itulah yang selalu saya katakan beliau adalah orang yang ngemong bisa ngemong semuanya,” jelasnya.

Eri banyak mengambil pelajaran kesabaran dari Awi saat menghadapi masalah. Ada satu pesan yang selalu dia ingat dari Awi.

“Ketika kita tidak berbuat apa-apa, tapi kita dituduh dan kita disakiti. Biarlah Tuhan yang membalas. Balasan itu pasti akan datang, dan orang yang melakukan itu pasti mendapatkan balasan. Itu yang pesan dari beliau yang selalu saya ingat,” ungkapnya.

Pesan lain yang selalu diutarakan Awi adalah saling merangkul dan menguatkan untuk kepentingan warga Surabaya. (lta/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 12 Februari 2026
25o
Kurs