Kamis, 12 Februari 2026

Jelang Puasa Ramadan, Sejumlah Harga Bahan Pokok di PIHPS Nasional Cenderung Stabil

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Stock cabai merah keriting, cabai rawit, cabai merah besar di Pasar Jagir, Kec. Wonokromo, Surabaya, Kamis (9/10/2025). Foto: M. Irfan Azhari Mg suarasurabaya.net

Menjelang puasa Ramadan yang akan dilaksanakan pada pekan depan, sejumlah harga bahan pokok di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, cenderung stabil pada Kamis (12/2/2026) pagi.

Beberapa komoditas seperti bawang merah, beras, hingga daging, tidak menunjukkan kenaikan harga. Kalaupun ada, hanya berbeda tipis dari hari sebelumnya.

Melansir Antara, harga pangan komoditas bawang merah Rp44.000 per kilogram (kg), sedangkan cabai rawit merah Rp76.550 per kg.

Selain itu beras kualitas bawah I di harga Rp14.400 per kg, beras kualitas bawah II Rp14.450 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp15.900 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp15.750 per kg.

Lalu, beras kualitas super I di harga Rp17.150 per kg, dan beras kualitas super II Rp16.700 per kg.

PIHPS juga mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp44.600 per kg, cabai merah keriting Rp46.550 per kg, dan cabai rawit hijau Rp53.300 per kg.

Kemudian, daging ayam ras di harga Rp41.250 per kg, daging sapi kualitas I Rp143.400 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp135.600 per kg.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.850 per kg, gula pasir lokal Rp18.400 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp18.950 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp22.600 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp21.600 per liter.

PIHPS juga mencatat harga komoditas telur ayam ras Rp31.950 per kg.

Adapun untuk menjaga stabilitas serta memantau harga kebutuhan pokok di pasar jelang Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional.

Agung Supriyo Wibowo Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya mengatakan, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok dilakukan di sejumlah titik strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

“Upaya ini dilakukan untuk menekan laju kenaikan harga sekaligus memastikan pasokan pangan tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat,” katanya.

Agung mengatakan, sidak dilakukan di pasar tradisional, distributor, pangkalan LPG, hingga toko modern, seperti di Pasar Wonokromo, Pasar Pucang, distributor beras, serta swalayan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah antisipatif Pemkot Surabaya dalam menjaga stabilitas harga menjelang bulan puasa,” tambahnya.

Sejumlah pengawasan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga, kelancaran distribusi, serta keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Adapun berdasar hasil sidak di lapangan, harga sejumlah komoditas pangan relatif stabil dengan adanya penyesuaian pada beberapa jenis, seperti cabai, bawang merah, telur ayam, dan ayam ras.

“Cabai kisaran Rp40 ribu menjadi sekitar Rp80 ribu–Rp85 ribu per kilogram dalam dua pekan terakhir. Sementara bawang merah dan telur ayam masing-masing mengalami kenaikan yakni sekitar Rp5 ribu dan Rp3 ribu per kilogram,” jelasnya.

Meski demikian, Agung memastikan bahwa secara umum ketersediaan bahan pangan di Surabaya masih dalam kondisi aman.

Kenaikan harga di sejumlah komoditas seperti, cabai, dipengaruhi oleh faktor cuaca di daerah penghasil, khususnya curah hujan tinggi yang menyebabkan banyak tanaman rusak dan membusuk.

“Untuk cabai memang agak sulit dikendalikan karena dipengaruhi cuaca. Tapi berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian, pada Maret nanti diperkirakan akan ada panen raya secara nasional, termasuk di Jawa Timur, sehingga diharapkan harga bisa kembali stabil,” ujarnya.

Selain bahan pangan, Pemkot Surabaya juga memantau distribusi LPG 3 kilogram yang sempat mengalami keterlambatan pasokan. Jika sebelumnya pasokan datang setiap hari, kini membutuhkan waktu dua hingga tiga hari.

Meski begitu, Pemkot memastikan bahwa harga LPG dipastikan tetap sesuai ketentuan dan tidak mengalami kenaikan.(ant/kir/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 12 Februari 2026
30o
Kurs