Jumat, 20 Februari 2026

Tahun Ini Pemkot Prioritaskan Sambungan Jalan ke Gresik dan Proyek Overlay di Titik Rawan Banjir

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kiri ke kanan: Samsul Hariadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Hidayat Syah Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDA BM) Kota Surabaya, dan Dedy Purwito Kabid Jalan dan Jembatan DSDABM saat mengisi program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (20/2/2026). Foto: Billy suarasurabaya.net

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah mengebut pembangunan infrastruktur jalan berskala besar sepanjang tahun 2026. Fokus utamanya terbagi menjadi dua sektor krusial, yakni penyambungan jalur primer antarkota serta peningkatan elevasi jalan melalui proyek overlay (pengaspalan ulang) di titik-titik rawan genangan.

Samsul Hariadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, menjelaskan bahwa arah kebijakan pembangunan jalan saat ini mengikuti visi Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, supaya mempermudah akses konektivitas menuju wilayah penyangga, terutama Kabupaten Gresik.

Samsul mencontohkan pembangunan jalan penyambung seperti jalan kembar di Wiyung, yang bakal dilanjut pembangunannya.

“Kalau prioritas pembangunan itu Pak Wali memprioritaskan penyambungan jalan-jalan primer kita antarkota. Jadi terutama ke Gresik. Nah, itu yang pertama prioritasnya adalah di Wiyung. Wiyung itu ada pembangunan jalan kembar yang tahun kemarin sudah kita lakukan, tahun ini insyaallah akan dilanjutkan,” ungkap Samsul Hariadi saat mengisi program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (20/2/2026).

Selain Wiyung, proyek yang paling dinantikan warga adalah Radial Road. Jalur ini diproyeksikan menjadi solusi kemacetan di wilayah Surabaya Barat dan dijadwalkan segera beroperasi dalam waktu dekat.

“Radial Road juga prioritas tahun ini insyaallah bulan Mei paling mungkin atau Juni insyaallah sudah bisa dilewati itu Radial Road,” tambahnya.

Selain membangun jalan baru, Pemkot Surabaya juga memprioritaskan overlay di lokasi-lokasi yang sering tergenang banjir, akibat elevasi jalan yang terlalu rendah. Beberapa titik vital seperti di Tenggilis dan Ngagel Madya yang bakal menjadi target peningkatan tahun ini.

“Prioritas kedua adalah overlay. Jadi, overlay itu yang diutamakan adalah di lokasi-lokasi yang tadinya banjir karena elevasi jalannya rendah. Contoh seperti di Tenggilis depannya SMA 14, kemudian di Ngagel Madya. Di situ itu juga nanti akan ada peningkatan overlay,” jelasnya.

Samsul juga memaparkan teknis pengaspalan yang dilakukan agar jalan lebih tahan lama dan tidak mudah rusak oleh air, yakni menggunakan metode Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) dan lapisan aus (AC-WC).

Untuk diketahui, AC BC adalah lapisan perkerasan aspal campuran panas (hotmix) yang terletak di antara lapisan aus (AC-WC) dan lapisan pondasi (AC-Base). Fungsinya sebagai lapisan pengikat struktural, AC-BC memiliki stabilitas tinggi untuk menyebarkan beban kendaraan, kedap air, dan mencegah deformasi pada jalan dengan lalu lintas berat.

Lapis pertama itu memang AC BC itu lapisannya lebih poros kasar, sehingga dia seperti kayak nafasnya jalan itu. Kemudian kalau yang lapis kedua lebih kedap air namanya AC WC. Memang harus dua lapis kalau overlay itu. Di Panjang Jiwa itu di-overlay ditambahi 30-an senti atau 20-an ya itu,” kata Samsul.

Pada kesempatan yang sama, Hidayat Syah Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menegaskan bahwa seluruh proyek infrastruktur ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan warga Surabaya yang menginginkan fasilitas publik berkualitas tinggi.

“Yang pasti memang harus ada peningkatan. Kalau masyarakat itu kan selalu minta itu yang perfect ya toh. Harus dong, Pak. Kita harus ikuti itu gitu,” ujar Hidayat Syah secara lugas.

Hidayat memastikan timnya di lapangan akan terus memantau kualitas pengerjaan agar proyek penyambungan jalan maupun overlay ini memberikan dampak jangka panjang bagi kelancaran transportasi di Surabaya. (bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 20 Februari 2026
30o
Kurs