Sabtu, 21 Februari 2026

Pemerintah Sebut 1.819 Produk RI Bebas Tarif AS Usai Negosiasi Intensif

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) oleh Prabowo Subianto Presiden RI dan Donald Trump Presiden AS di Washington DC, AS pada Kamis (20/2/2025) waktu setempat. Foto: White House

Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet (Seskab) mengatakan 90 persen usulan yang diajukan Indonesia telah dimasukkan ke perjanjian kerja sama antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia.

Pernyataan tersebut atas respons kesepakatan perjanjian dagang AS dan Indonesia yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di sela pertemuan perdana anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington D.C, AS, Kamis (19/2/2026).

“Melalui negosiasi intensif dengan 90 persen usulan Indonesia dipenuhi, sebanyak 1.819 produk nasional memperoleh tarif nol persen di pasar AS, termasuk komoditas unggulan seperti sawit, kopi, kakao, serta komponen elektronik,” kata Teddy, seperti di lansir dari Antara, Jumat (20/2/2026).

Sebelum mencapai kesepakatan, delegasi Indonesia melakukan negosiasi intensif dengan empat kali berkunjung ke Washington D.C, tujuh kali putaran perundingan hingga lebih dari sembilan kali pertemuan langsung dan virtual.

Kesepakatan tersebut hanya untuk perjanjian dalam sektor ekonomi tanpa melibatkan sektor pertanahan, geopolitik, dan lainnya. Serta dalam keterangannya, menurut Teddy kedua pihak menghormati kedaulatan masing-masing negara.

Menurutnya, titik capaian dalam perjanjian tersebut adalah pemberian tarif 0 persen bagi 1.819 produk nasional di pasar Amerika Serikat.

“Dengan tarif nol persen, produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar AS, membuka peluang peningkatan ekspor, dan perluasan akses pasar bagi pelaku usaha nasional,” katanya.

Selain itu, manfaat dari kesepakatan tersebut dapat membuka potensi meningkatnya kegiatan ekspor tekstil Indonesia hingga sepuluh kali lipat dan berdampak pada sekitar 4 juta pekerja industri tekstil nasional.

Meskipun demikian, pemerintah tetap menjamin harga pangan domestik menjadi priorotas dalam kesepakatan tersebut. Langkah timbal balik yang dilakukan Indonesia dengan memberikan tarif nol persen bagi produk pertanian AS, yakni kedelai dan gandum. Dengan begitu, stabilitas harga bahan pokok nasional tetap terjaga.

Investasi yang mencapai 38,4 miliar dolar AS akan menyasar rencana pembelian 50 pesawat Boeing, impor gas dan minyak mentah senilai 15 miliar dolar AS per tahun, perpanjangan kontrak Freeport hingga 2061 hingga tambahan investasi 20 miliar dolar AS dalam 20 tahun ke depan.

Sebagai bagian dan perjanjian dagang timbal balik, Indonesia dan AS membentuk Council of Trade and Investment sebagai forum dialog ekonomi.

Council of Trade and Investment akan menjadi forum dialog yang membahs isu perdagangan dan investasi, mengantisipasi lonjakan impor tidak wajar, hingga menjaga keseimbangan neraca perdagangan kedua negara.

Forum tersebut akan menjadi jalur penengah mengenai sektor ekonomi dengan mengutamakan dialog dan koordinasi.

Pemerintah mengkaliam bahwa langkah yang diambilnya ini adalah langkah strategis demi menguatkan kerjasama bilateral yang lebih stabil dan menguntungkan.(ant/mar/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 21 Februari 2026
26o
Kurs