Selasa, 24 Februari 2026

Nilai Tukar Rupiah Selasa Pagi Rp16.835 per Dolar AS

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ilustrasi. Kurs rupiah turun. Foto: suarasurabaya.net

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa (24/2/2026), bergerak melemah 33 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.835 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.802 per dolar AS.

Lukman Leong Analis mata uang Doo Financial Futures menyebut melemahnya rupiah dipengaruhi aktivitas menguatnya ekonomi dan manufaktur AS.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data menunjukkan aktivitas ekonomi dan manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan,” ungkap Lukman dikutip dari Antara, Selasa (24/2/2024).

Terlapor pula indeks dari Dallas Fed Manufacturing AS yang mencapai angka 0,2 dari sebelumnya -1,2. Selain itu juga data Chicago National mencapai 0,18 poin, lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya -0,21.

Meski data ekonomi AS menguat, tekanan terhadap rupiah diperkirakan tidak signifikan karena ketidakpastian kebijakan tarif masih membatasi penguatan dolar AS.

“Trump berbalik mengancam 15 persen tarif global yang merata, non resiprokal yang dianulir MA (Mahkamah Agung),” katanya.

Donald Trump Presiden AS menyatakan akan melipatgandakan tarif impor bagi beberapa negara yang memanfaatkan putusan MA AS tentang pembatasan wewenang eksekutif. Terlebih Trump juga mengklaim dirinya tidak perlu persetujuan Kongres untuk mentapkan tarif terssebut.

Untuk diketahui, ancaman itu dilayangkan Trump pada Senin (23/2/2026) setelah Mahkamah Agung memutuskan untuk membatalkan dasar hukum pemberlakuan tarif impor karena konstitusi menetapkan wewenang tersebut berada di tangan Kongres.

Setelah menyebut hasil putusan sidang “memalukan”, Trump justru menilai putusan tersebut memberikannya peluang kewenangan yang lebih besar.

Selain itu, Trump menyatakan tidak perlu meminta persetujuan parlemen dalam kebijakan perdagangan internasional karena ia merasa sudah mengantongi izin tersebut sejak lama.

Trump juga menyebut, sebagai presiden dirinya tidak harus melakukan negosiasi dengan Kongres untuk mendapatkan persetujuan.

Berdasarkan faktor-faktor itulah, rupiah berpotensi melemah dan diprediksi berkisar Rp16.750-Rp16.900 per dolar.(ant/mar/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 24 Februari 2026
28o
Kurs