Nilai tukar rupiah melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.848 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Josua Pardede ekonom menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh investor yang sedang mengambil langkah hati-hati jelang pidato kenegaraan Donald Trump Presiden AS.
“Para pelaku pasar memantau dengan cermat potensi perkembangan kebijakan perdagangan AS dan tindakan lebih lanjut di Timur Tengah,” ujarnya.
Pada Selasa (24/2/2026) malam waktu AS atau Rabu pagi WIB, Trump akan menyampaikan State of the Union (SOTU) atau pidato Kenegaraan. Pidatonya diprediksi akan membahas pencapaiannya sejak menjabat sebagai presiden untuk kali kedua meski dengan approval rating yang menurun.
Dilansir dari Antara, survei terbaru di AS menunjukkan bahwa hanya 32 persen warga Amerika yang merasa Trump telah memiliki prioritas yang tepat, sementara 68 persen mengatakan ia kurang memperhatikan masalah-masalah penting di negara.
“Kehati-hatian yang meningkat mendukung permintaan terhadap dolar AS, yang menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, termasuk rupiah,” ucap Josua.
Rupiah diantisipasi akan memiliki nilai dagang dengan kisaran Rp16.775–Rp16.900 per dolar AS, merujuk pada faktor tersebut. (ant/vve/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
