Taufan Dimas Hareva Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) melihat stabilitas kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) berefek pada ketahanan suku bunga acuan, yang relatif stabil dan menjadi faktor penopang fundamental rupiah.
Tercatat nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu (25/2/2026), menguat 29 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.800 per dolar AS, dari mulanya Rp16.829 per dolar AS.
“Namun demikian, kebutuhan korporasi terhadap dolar AS serta dinamika arus modal asing di pasar obligasi dan saham tetap menjadi faktor yang mempengaruhi volatilitas harian,” kata Taufan seperti dilansir Antara di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Aliran dana kembali ke aset berdenominasi dolar terdorong sentimen global, ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve, yang masih cenderung ketat.
Ada juga faktor arah kebijakan perdagangan dan fiskal Amerika Serikat dari pidato Donald Trump Presiden AS, yang menjadi perhatian pasar.
“Jika pidato tersebut bernada proteksionis atau memperkuat kebijakan tarif, sentimen risk-off dapat meningkat dan memberi tekanan tambahan pada mata uang emerging market, termasuk rupiah. Namun, dampak umumnya bersifat jangka pendek dan sangat tergantung pada substansi kebijakan yang disampaikan,” ujarnya.
Di hadapan Kongres AS, Donald Trump menyatakan hampir seluruh negara dan perusahaan ingin mempertahankan kesepakatan tarif yang telah dibuat sebelum putusan Mahkamah Agung AS.
Pada 20 Februari, Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan presiden tidak berwenang menerapkan tarif global berdasarkan UU Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA). Meski demikian, Trump tetap mengumumkan tarif impor global sebesar 10 persen setelah putusan tersebut keluar.
Sehari kemudian, Prabowo Subianto menilai tarif 10 persen itu menguntungkan Indonesia dan menegaskan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.
Pemerintah Indonesia memastikan perjanjian dagang dengan AS tetap berjalan sesuai mekanisme yang disepakati, meski ada putusan terbaru terkait dari Mahkamah Agung AS terkait kebijakan tarif Trump.(ant/lea/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
