Indonesia bakal memiliki kapal induk pertama yang merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Kapal induk bernama Guiseppe Garibaldi sudah puluhan tahun jadi andalan Angkatan Laut Italia, dan mulai setop beroperasi tanggal 1 Oktober 2024.
Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan mengatakan, nantinya kapal induk itu akan digunakan untuk operasi militer selain perang.
Kapal Induk Garibaldi diharapkan mempermudah penanganan bencana di daerah, dan menjalankan berbagai misi bantuan kemanusiaan.
Dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026), di Jakarta, Brigjen Rico bilang, karena punya daya tampung besar dan helideck yang bisa muat sampai lebih dari enam helikopter, kapal tersebut nantinya fokus untuk misi penanggulangan bencana.
Adanya fasilitas tersebut sangat berguna untuk mempercepat distribusi logistik, evakuasi korban, hingga mobilisasi personel kalau terjadi bencana di daerah terpencil yang dijangkau.
Sehingga, proses penyaluran bantuan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pangkalan udara yang jaraknya bisa jadi sangat jauh dari lokasi bencana.
Lalu, kapal-kapal kecil di sekitar Kapal Induk Garibaldi juga bisa mengisi ulang bahan bakar dan logistik supaya operasi kemanusiaan berjalan efektif dan efisien.
“Kapal ini rencananya nanti akan digunakan untuk operasi militer selain perang, khususnya penanggulangan bencana. Karena dia ada helideck-nya yang bisa menampung sampai dengan enam heli bahkan lebih,” ujarnya.
Dia menegaskan, Indonesia tidak akan bersifat agresif dan invasif walau pun memiliki kapal induk dengan spesifikasi perang.
“Tidak ada niatan dari Bangsa Indonesia, dengan memiliki kapal induk seperti ini bersifat agresif, itu tidak ada. Jadi, tidak ada sifat invasif. Sekali lagi, ini akan digunakan untuk bantuan-bantuan kemanusiaan, operasional atau operasi militer selain perang,” tegas Brigjen Rico.
Sebelumnya, Laksamana TNI Muhammad Ali Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) menargetkan, kapal tersebut tiba di Indonesia sebelum Hari Ulang Tahun TNI tanggal 5 Oktober 2026.
Pemerintah Indonesia siap mengalokasikan anggaran untuk proses retrofit atau penyesuaian teknologi supaya Kapal Guiseppe Garibaldi memenuhi standar operasi TNI Angkatan Laut.
Sekadar informasi, Giuseppe Garibaldi adalah kapal induk dengan dek penerbangan pesawat sayap tetap (fixed wing) yang mulai digunakan Angkatan Laut Italia tahun 1985.
Kapal Guiseppe Garibaldi dilengkapi persenjataan serta landasan pesawat untuk operasional short take-off and vertical landing (STOVL), dan helideck.
Kecepatan maksimum kapal tersebut 30 knots (56 km/jam), dan bisa menempuh jarak 13 ribu km pada kecepatan jelajah sekitar 20 knots.
Dengan bobot mati 14 ribuan ton, panjang lambung 180 meter dan lebar 33 meter, Kapal Guiseppe Garibaldi bisa diisi 550 anak buah kapal, 100 staf dan 180 personel penerbangan.
Giuseppe Garibaldi sudah pernah mengalami modernisasi tahun 2003, dan restrukturisasi besar-besaran tahun 2013.
Kapal Guiseppe Garibaldi mirip dengan dua kapal TNI AL, yaitu KRI Brawijaya 320, dan KRI Prabu Siliwangi 321 yang sama-sama diproduksi Fincantieri Italia.
Sejumlah nama tokoh besar diusulkan untuk mengganti nama Guiseppe Garibaldi kalau kapal itu sudah resmi jadi milik Indonesia, antara lain Gadjah Mada dan Jenderal Soedirman.(rid)
NOW ON AIR SSFM 100
