Kamis, 26 Februari 2026

Pemerintah Target Huntap Korban Bencana Sumatera Dapat Dihuni Sebelum Lebaran 2026

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Maruarar Sirait Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman. Foto: Antara

Maruarar Sirait Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan hunian tetap atau huntap bagi korban bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mulai dapat dihuni sebelum Lebaran 2026.

“Kita usahakan, sebelum Lebaran sudah ada yang bisa diserahkan kepada rakyat. Saya sudah menyiapkan waktu untuk hadir sebelum Lebaran,” ujar Maruarar Sirait (Ara) dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (26/2/2026) yang dikutip Antara.

Dirinya menghimbau kepada para Gubernur dan Bupati untuk membantu kelancaran pembangunan huntap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi baik dalam penyediaan lahan maupun perbaikan akses jalan untuk ke huntap.

Berdasarkan data dari Yayasan Buddha Tzu Chi, untuk pembangunan huntap di Sumatera Utara saat ini ,sebanyak 648 unit tahap 1 telah berprogres dari total komitmen sebanyak 1.103 unit.

Di Tapanuli Tengah, ditargetkan sebanyak 50 unit dapat selesai pada 15 Maret 2026 dan sebanyak 20 unit di Tapanuli Utara juga dapat selesai pada 15 Maret 2026.

Sementara itu untuk progres huntap di Aceh, berdasarkan data Yayasan Buddha Tzu Chi sebanyak 600 unit tahap 1 telah berprogres dari total komitmen 1.000 unit.

Ditargetkan pada 15 Maret 2026 sebanyak 40 unit dapat selesai di Kabupaten Aceh Utara. Sedangkan di Sumatera Barat baru sebanyak 43 unit dari total komitmen 500 unit yang berprogres.

Sebagai informasi, Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan huntap sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di wilayah Sumatera guna memastikan masyarakat terdampak segera menempati hunian yang lebih layak dan aman.

Dalam keterangan dari Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menyebutkan pembangunan huntara menunjukkan progres signifikan. Di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, personel TNI dari Komando Distrik Militer setempat membangun huntara bagi warga terdampak bencana di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren.

Sejumlah unit telah berdiri dan memasuki tahap penyempurnaan. Sementara itu, kerangka bangunan baru terus didirikan agar kapasitas hunian semakin memadai.

Di Sumatra Barat, percepatan pembangunan huntara juga berjalan pesat. Setidaknya terdapat sembilan titik kawasan huntara yang telah rampung dan siap huni, tersebar di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang.

Sementara itu, satu kawasan huntara di Kabupaten Pesisir Selatan masih dalam tahap pembangunan dengan progres mencapai 65 persen. Penyelesaian huntara di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Nagari Puluik-Puluik, ini akan terus digenjot agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

Di Sumatera Utara, pembangunan huntara berjalan beriringan dengan percepatan pembangunan huntap.

Di kawasan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pengecoran struktur bangunan huntap telah dimulai di lahan PTPN IV, disertai penyiapan material konstruksi untuk mendukung tahapan pembangunan berikutnya. Hunian permanen ini dirancang sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. (ant/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 26 Februari 2026
26o
Kurs