Kamis, 26 Februari 2026

Perundingan Nuklir Iran dan AS Berlanjut di Jenewa Swiss

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Petugas kepolisian tampak berjaga di lokasi perundingan Nuklir antara Iran dan AS di Jenewa, Swiss. Foto: Anadolu

Perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang ditengahi Oman kembali berlanjut. mengonfirmasi putaran baru negosiasi tidak langsung antara kedua negara dimulai dan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2/2026).

Melansir kantor berita Anadolu, Kementerian Luar Negeri Oman menyatakan pembukaan perundingan tersebut bertepatan dengan pertemuan Badr Al-Busaidi Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman dengan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi.

Dalam pertemuan itu, Al-Busaidi menekankan pentingnya peran IAEA yang bersifat profesional dan teknis, sekaligus perlunya menjaga transparansi, kredibilitas, serta tata kelola prosedur yang baik dalam proses perundingan nuklir.

Delegasi Iran dalam pembicaraan ini dipimpin Abbas Araghchi Menlu Iran. Ia didampingi Majid Takht-Ravanchi Wamenlu Bidang Politik bersama tim ahli nuklir dan pakar hukum.

Sementara itu, delegasi Paman SAM kembali dipimpin Steve Witkoff Utusan Khusus AS, bersama Jared Kushner yang merupakan menantu Donald Trump Presiden AS.

Kementerian Luar Negeri Oman menyebut Al-Busaidi juga menggelar pertemuan terpisah dengan delegasi AS pada pagi hari sebelum negosiasi dimulai. Pertemuan tersebut membahas pandangan serta proposal Iran terkait program nuklirnya.

Diskusi juga mencakup respons dan pertanyaan dari tim perunding AS mengenai elemen utama program nuklir Iran serta jaminan yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan yang diharapkan, termasuk aspek teknis dan regulasi.

Menurut Oman, proses diplomasi berlangsung secara serius dan konstruktif. Para negosiator disebut menunjukkan keterbukaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap solusi baru dan kreatif guna mencapai kesepakatan yang adil serta memiliki jaminan keberlanjutan.

Sebelumnya, Esmaeil Baghaei juru bicara Kemlu Iran menyampaikan bahwa Teheran telah menyampaikan pandangan dan usulan resminya kepada pihak Amerika Serikat melalui mediator Oman.

Sejak diplomasi nuklir kembali diaktifkan bulan lalu, Iran dan Amerika Serikat telah menjalani dua putaran perundingan tidak langsung di bawah mediasi Oman. Upaya tersebut juga didukung sejumlah negara kawasan, termasuk Turki, untuk meredakan ketegangan geopolitik.

Pada putaran sebelumnya di Jenewa yang menyusul pertemuan awal di Muscat, kedua pihak memberikan penilaian positif dan menyepakati sejumlah prinsip panduan yang dinilai dapat membuka jalan menuju kesepakatan nuklir baru.

Perundingan terbaru ini berlangsung di tengah meningkatnya pengerahan kekuatan militer AS di kawasan Teluk Persia, bersamaan dengan rangkaian latihan militer yang dilakukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Situasi tersebut membuat jalur diplomasi menjadi perhatian utama komunitas internasional guna mencegah eskalasi konflik sekaligus membuka peluang tercapainya kesepakatan nuklir yang lebih stabil dan berkelanjutan. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 26 Februari 2026
26o
Kurs