Muhammadiyah kembali menyalurkan bantuan Ramadan untuk warga Palestina melalui MuhammadiyahAID dan LazisMu.
Yayah Khisbiyah, Ketua Muhammadiyah Aid (MuAID) menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan bekerjasama dengan mitra NGO lokal Palestina Witness-Shahid Center for Citizen Rights and Social Development.
Muhammadiyah akan membagikan 850 paket yang terdiri dari 350 paket sembako dan 500 paket iftar siap saji kepada masyarakat Palestina di beberapa titik, diantaranya Al-Mawasi (Gaza) dan kamp pengungsi di Tepi Barat bagian utara (Jenin, Tulkarm, Nur Shams, Balata, dan Al-Ain).
Dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net, Yayah juga mengatakan bahwa wilayah Al-Mawasi yang berlokasi di Gaza Selatan merupakan salah satu tujuan utama pengungsi, menyusul perintah evakuasi sejak pertengahan tahun 2024.
“Kondisi di sana kini memburuk akibat hancurnya infrastruktur di tengah kepadatan pengungsi yang terus meningkat,” katanya, Kamis (12/3/2026).
Ketua MuAID itu berharap program ini dapat membantu meringankan pemenuhan pangan bagi individu dan keluarga rentan selama Ramadan, seiring berkurangnya beban finansial mereka.
“Di sisi lain, program ini juga membantu pergerakan ekonomi setempat, terutama bagi pemasok retail serta penyedia bahan makanan di tengah krisis ekonomi yang melanda Palestina,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Ramadan Relief Initiative bukanlah satu-satunya program kerjasama Muhammadiyah dengan Witness-Shahid Center for Citizen Rights and Social Development.
Pada tahun 2024-2025, Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah telah sukses mengimplementasikan program bina damai, Multicultural Dialogue and Capacity Building For Palestine: Peacebuilding Lab, Being A Change Agent, sebuah program yang berfokus pada penguatan kapasitas kaum muda Palestina dalam mengupayakan perdamaian melalui dialog dan negosiasi tanpa kekerasan.(ily/bil/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
