Lapak-lapak buku bekas di kawasan Kampung Ilmu Surabaya masih terus beroperasi hingga sekarang. Marini salah seorang pedagang mengaku telah berjualan sejak tahun 2006 dan tetap bertahan hingga sekarang dengan menyediakan berbagai jenis buku, mulai dari buku pelajaran, novel, hingga komik.
“Macam-macam yang dicari mas. Kalau tahun ajaran baru biasanya buku pelajaran, tapi kalau sekarang banyak yang cari novel atau komik,” ujarnya saat ditemui suarasurabaya.net
Ia menambahkan, buku yang sering dicari pembeli biasanya bergantung pada musim. Saat tahun ajaran baru, buku pelajaran menjadi incaran para pelajar. Sementara di luar periode itu anak muda lebih banyak mencari novel dan komik.
“Dulu sebelum corona di sini ramai mas, bahkan yang dari luar kota juga kulakan di sini. Tapi mulai pandemi banyak yang jualan online,” ujarnya.
Kondisi Kampung Ilmu sempat mengalami perubahan setelah pandemi COVID-19. Sebelum pandemi, banyak pedagang dari luar kota seperti Malang dan Kediri kesini untuk menyetok buku untuk tokonya.
Untuk diketahui, sebagian besar buku yang dijual di Kampung Ilmu berasal dari pelajar atau mahasiswa yang telah lulus sekolah maupun kuliah. Buku-buku itu kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih terjangkau.








