Kementerian Komunikasi dan Digital kembali meluncurkan MudikPedia Lebaran 2026, sebuah panduan digital yang dirancang untuk memudahkan masyarakat memperoleh berbagai informasi penting terkait perjalanan mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Fifi Aleyda Yahya Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi mengatakan MudikPedia disiapkan sebagai sumber informasi terpadu agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik secara lebih matang.
“Melalui MudikPedia, masyarakat bisa memperoleh informasi resmi dan terkini agar perjalanan mudik lebih aman dan nyaman,” katanya dalam keterangan yang dilaporkan Antara, Sabtu (14/3/2026).

Masyarakat dapat mengakses berbagai informasi dari sejumlah instansi dalam satu tautan. Informasi yang tersedia mencakup pantauan lalu lintas, jalur mudik, layanan kesehatan, hingga prakiraan cuaca dapat diakses melalui tautan ini.
MudikPedia juga memuat data jalur mudik dari Kementerian Perhubungan dan Bina Marga, program mudik gratis, pemantauan lalu lintas melalui CCTV jalan tol dan pelabuhan, serta layanan pemesanan tiket kereta api dan kapal ferry.
Selain itu, tersedia pula informasi lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, hingga panduan penukaran uang Lebaran yang disediakan Bank Indonesia.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan selama periode mudik Lebaran 2026.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, antara lain pemeriksaan kelaikan moda transportasi, penambahan armada, program mudik gratis, serta rekayasa lalu lintas seperti contra flow dan one way.
Fifi berharap keberadaan MudikPedia dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sehingga mudik berlangsung aman dan lancar.
Di sisi lain, Kemkomdigi juga memprediksi lonjakan trafik jaringan telekomunikasi selama periode Lebaran 2026. Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menyebut trafik komunikasi diperkirakan meningkat sekitar 30 hingga 40 persen.
“Ini (momen libur Lebaran 2026) kurang lebih ada dua minggu. Implikasinya tentu akan memberikan dampak signifikan terhadap lonjakan trafik telekomunikasi yang diperkirakan dalam laporan sekitar 30-40 persen,” kata Ismail.
Lonjakan trafik tersebut dipicu oleh durasi libur yang lebih panjang serta mobilitas masyarakat yang meningkat, termasuk kebijakan Work From Anywhere (WFA) dari pemerintah.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah bersama operator seluler melakukan pemantauan dan penguatan jaringan telekomunikasi secara intensif melalui satuan tugas di posko khusus pemantauan telekomunikasi yang beroperasi pada 13–29 Maret 2026.(ant/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
