Kamis, 19 Maret 2026

Pakistan dan Afganistan Sepakat Lakukan Gencatan Senjata Selama Idulfitri 1447 H

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Bendera Pakistan dan Afganistan. Foto: iStock

Pakistan dan Afganistan sepakat melakukan gencatan senjata selama ibadah Idulfitri 1447 Hijriah pekan ini.

Attaullah Tarar Menteri Informasi dan Penyiaran Pakistan mengatakan, gencatan senjata ini merupakan inisiatif atas pemintaan negara-negara Islam di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, dan Turki.

“Pakistan menawarkan langkah ini dengan itikad baik dan sesuai dengan norma-norma Islam” tulisnya dalam unggahan X, Rabu (18/3/2026).

Melansir dari Aljazeera, Tarar menerangkan jeda pertempuran akan berlangsung Kamis (19/3/2026) tengah malam, hingga Selasa (24/3/2026) tengah malam waktu setempat.

Ia juga memperingkatkan, jika terjadi serangan selama masa gencatan senjata, pihaknya akan membalas serangan dengan intensitas yang lebih tinggi.

“Jika terjadi serangan lintas batas, serangan drone, atau insiden teroris di dalam wilayah Pakistan, ‘Operasi Ghazab-lil-Haq’ akan segera dilanjutkan dengan intensitas yang lebih tinggi,” lanjutnya dalam keterangan.

Tak lama setelah pengumuman itu, seorang juru bicara otoritas Taliban Afghanistan juga mengatakan bahwa mereka akan menangguhkan sementara operasi militer terhadap Pakistan.

Adapun Zabiullah Mujahid  juru bicara pemerintah Afghanistan melalui akun X miliknya, menyatakan adanya penangguhan sementara.

“Pasukan keamanan dan pertahanan Emirat Islam Afghanistan dengan ini mengumumkan penangguhan sementara ‘Operasi Pertahanan (Rad-ul Zulm)’ menjelang hari raya Idul Fitri,” katanya.

Hal ini mendapat sambutan baik dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka berharap gencatan senjata tersebut dapat diperpanjang.

“Jadi, (jeda) ini sejalan dengan (seruan) itu. Dan kami berharap agar penangguhan selama Idul Fitri dapat diperpanjang,” Farhan Haq Wakil Juru Bicara PBB, saat konferensi pers, Rabu, yang dikutip Antara.

Di sisi lain, pada Rabu waktu setempat, Kementerian Luar Negeri Qatar menyambut baik gencatan senjata sementara tersebut sebagai “isyarat positif yang berkontribusi pada de-eskalasi dan mendorong ketenangan antara kedua belah pihak.”

Kementerian tersebut menambahkan bahwa Qatar berharap jeda dalam pertempuran “akan membuka jalan bagi kembalinya kesepakatan gencatan senjata yang berkelanjutan, yang menyelamatkan nyawa warga sipil dan mencapai keamanan serta stabilitas.”

Sebagai informasi, otoritas Taliban Afganistan secara resmi mengumumkan telah melancarkan operasi militer skala besar terhadap sejumlah posisi militer Pakistan, di sepanjang perbatasan Garis Durand, Kamis (26/2/2026) malam.

Serangan ini disebut sebagai balasan langsung atas serangan udara Pakistan yang terjadi pada pekan sebelumnya, yang menurut Kabul telah memakan korban warga sipil.

Namun, Pakistan dengan tegas menolak klaim bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan infrastruktur teroris dan lokasi militer.(ant/ily/kir/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 19 Maret 2026
31o
Kurs