Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyarankan orang tua menghindari puncak arus balik Lebaran 2026. Jasra Putra Wakil Ketua KPAI mengatakan, hal tersebut demi kesehatan tubuh dan mental anak.
Menurutnya, tidak semua anak bisa beradaptasi dengan kondisi lalu lintas yang macet di puncak arus Balik.
“Saya berharap orang tua mengambil pilihan-pilihan lain, sehingga tidak terjebak dalam situasi kemacetan yang begitu panjang. Karena apa? Karena anak-anak tentu tidak sekuat orang dewasa, dalam baik secara fisik maupun psikologis untuk untuk menghadapi kemacetan panjang,” ungkap Jasra kepada suarasurabaya.net, Senin (23/3/2026).
Orang tua juga diminta memantau kondisi cuaca sebelum kembali ke kediaman, setelah berlibur di kampung halaman.
“Hal lain yang harus jadi perhatian adalah situasi cuaca yang terus berubah. Kadang-kadang panas, ada yang hujan, maka informasi-informasi BMKG itu perlu di menjadi perhatian,” pungkasnya.
Sebelumnya Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi pada 24 Maret 2026.
Irjen Pol Agus Suryonugroho Kakorlantas Polri mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, seperti one way lokal hingga nasional.
“Nanti diperkirakan tanggal 24 (puncak) arus balik kita persiapkan one way. Kemungkinan nanti akan kita lakukan one way sepenggal tahap pertama. Dari (km) 414 hingga sampai ke Pejagan (km 263) atau mungkin kalau memang masih tinggi arus baliknya nanti akan kita perpanjang lagi,” kata Agus.(lea/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
