Selasa, 24 Maret 2026

IHSG Diproyeksi Menguat Usai Libur Panjang, Ini Sentimen Pendorongnya

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham naik. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (25/3/2026), setelah libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026.

Sentimen global, terutama perkembangan geopolitik di Timur Tengah, menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi arah pasar.

Hans Kwee ekonom dan praktisi pasar modal menilai, IHSG berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan menguat, meski tetap dibayangi tekanan jual pada awal pembukaan pasar.

“Pembukaan IHSG di hari Rabu dibayangi potensi tekanan jual, tetapi pulihnya pasar keuangan pasca penundaan serangan Trump ke infrastruktur listrik dan energi Iran, membuka peluang IHSG bergerak terbatas dengan support di level 7.100 sampai 7.000 dan resistance di level 7.250 sampai 7.349,” ungkap Hans dikutip dari Antara, Selasa (24/3/2026).

Selama libur panjang Lebaran, ia mengatakan pasar keuangan global bergerak fluktuatif karena ketidakpastian perang AS-Israel dengan Iran.

Sebelumnya, Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas listrik di Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam 48 jam.

Iran membalasnya dengan ancaman lain berupa pengharucan infrastruktur energi dan minyak di kawasan teluk, jika fasilitas listrik negaranya diserang.

Kemudian pada Senin (23/3/2026), Trump mengatakan bahwa AS menunda serangannya terhadap fasilitas listrik di Iran selama lima hari.

Pernyataan tersebut berhasil mendorong Bursa saham di Wall Street, AS, dan Bursa saham Eropa untuk semakin menguat pada perdagangan Senin.

“Pasar ekuitas Uni Eropa menguat setelah penundaan serangan Trump. Kawasan Uni Eropa dan Asia sangat terpengaruh harga energi, karena ketergantungan pada impor melalui Selat Hormuz,” kata Hans.

Adapun pernyataan Trump mengenai pembicaraan konstruktif antara AS dan Iran untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang dibantah oleh Iran dan Iran telah meluncurkan serangan baru ke Israel dan beberapa lokasi di Timur Tengah.

Hans berpendapat bahwa serangan Iran ke pabrik gas di Qatar dapat menghapus 17 persen pasokan ekspor Liquefied Natural Gas (LNG) selama tiga hingga lima tahun di negara itu.

“Artinya perang ini akan punya dampak yang cukup panjang untuk pasokan minyak dan gas dunia,” ucapnya.

Di sisi kebijakan moneter, Hans memperkirakan bank sentral AS The Fed akan menahan suku bunga acuannya selama tahun 2026, atau berubah dari ekspektasi pemotongan sebesar 50 bps sepanjang tahun.

“Dan masih ada peluang kenaikan 25 bps pada bulan Desember (2026),” katanya.

Pada pertemuan FOMC terakhir, Kamis (19/3/2026), The Fed memutuskan untuk menjaga suku bunga acuannya di level 3,50 sampai 3,75 persen.

Sementara pada perdagangan Senin (23/3/2026), bursa saham Eropa menguat, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,61 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,24 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,22 persen, dan indeks CAC menguat 0,79 persen.

Bursa saham AS di Wall Street serentak menunjukkan penguatan pada Senin (23/3/2026), di antaranya indeks Nasdaq Composite menguat 1,22 persen ke 24.188,59, indeks S&P 500 naik 1,15 persen ke 6.581,00, dan indeks Dow Jones menguat 1,38 persen ke 46.208.47.

Bursa regional Asia pada penutupan perdagangan Selasa (24/03) sore, Indeks Nikkei menguat 804,51 poin atau 1,56 persen ke 52.320,00, indeks Shanghai menguat 68,00 poin atau 1,78 persen ke 3.881,28, indeks Hang Seng menguat 669,03 poin atau 2,74 persen ke posisi 25,051,50, dan indeks Straits Times menguat 31,75 poin atau 0,66 persen ke posisi 4.870,32.

Pada penutupan perdagangan Selasa (17/3/2026) sebelum libur panjang lebaran, IHSG ditutup menguat 84,55 poin atau 1,20 persen ke posisi 7.106,84. (ant/vve/saf/faz)
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 24 Maret 2026
24o
Kurs