Kamis, 26 Maret 2026

Pemerintah Waspadai Lonjakan Kendaraan di Puncak Arus Balik 28–29 Maret, Siapkan Strateginya

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Situasi jalan tol Jasamarga Transjawa saat arus mudik lebaran, Minggu (22/3/2026). Foto: PT Jasamarga Transjawa Tol.

Pemerintah memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi puncak arus balik Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026.

Sejumlah pejabat tinggi, mulai dari Pratikno Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Kapolri, hingga Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan melakukan pemantauan langsung di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Pemantauan dilakukan secara real time melalui sistem JMTC serta laporan petugas di lapangan. Fokus utama adalah memastikan strategi pengendalian lalu lintas berjalan optimal untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus balik.

Rivan A. Purwantono Direktur Utama Jasa Marga dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Kamis (26/3/2026) mengungkapkan bahwa arus mudik tahun ini mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan volume kendaraan mencapai 270 ribu pada puncaknya, 18 Maret 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sehingga perjalanan selama arus mudik berjalan dengan baik meskipun puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 lalu mencapai 270 ribu yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah. Pengendalian puncak arus balik tahap pertama yang kita telah lalui pada 24 Maret 2026 kemarin juga berjalan baik. Ke depan, fokus utamanya adalah mengantisipasi puncak arus balik pada 28-29 Maret 2026. Kami kembali mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26-27 Maret serta menggunakan aplikasi Travoy untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik lagi,” ujar Rivan.

Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Kapolri menegaskan bahwa sistem pemantauan berbasis data menjadi kunci dalam pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way.

“Kami mengimbau masyarakat yang belum kembali agar dapat memanfaatkan sisa waktu perjalanan sehingga puncak arus balik dapat terurai. Keselamatan tetap menjadi prioritas, oleh karena itu pengendara diminta tidak memaksakan diri apabila lelah dan segera beristirahat di rest area untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas,” jelasnya.

Sementara itu, Pratikno juga mengapresiasi kelancaran arus mudik yang dinilai berjalan baik meski terjadi lonjakan signifikan.

“Alhamdulillah arus mudik berjalan dengan baik meskipun terjadi kenaikan yang cukup tinggi mencapai 270 ribu pada arus mudik. Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran yang bekerja keras luar biasa, keberhasilan ini tidak lepas dari langkah antisipatif, respons cepat, serta dukungan sistem monitoring berbasis data secara real time,” ujar Pratikno.

Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan menilai kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas turut menekan angka kecelakaan selama periode mudik dan balik.

“Terima kasih kepada masyarakat dalam pelaksanaan angkutan mudik dan balik yang senantiasa mematuhi arahan petugas di lapangan hingga tingkat kecelakaan menurun, harapan kami angka kecelakaan dan fatalitas terus menurun. Kami mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan Work From Anywhere (WFA) maupun diskon tarif tol sehingga bisa mengurangi kepadatan saat puncak arus balik,” ucap Dudy.

Selain itu, pemerintah juga mengingatkan pembatasan operasional kendaraan barang sumbu tiga atau lebih sesuai ketentuan yang berlaku selama periode 13–29 Maret 2026.

Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, menghindari waktu puncak, serta memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima. Dengan sinergi lintas instansi dan kesiapan strategi, arus balik Lebaran 2026 diharapkan berjalan lancar, aman, dan berkeselamatan.(vve/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 26 Maret 2026
32o
Kurs