Selasa, 7 Juli 2026

Ribuan Umat Katolik Ikuti Ibadat Jumat Agung di Gereja Kepanjen Surabaya

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ibadah Jumat Agung yang diikuti umat di Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya, Jumat (3/4/2026). Foto: Fauzan Mg suarasurabaya.net

Sebanyak 1.532 umat Katolik mengikuti ibadat Jumat Agung di Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria, kawasan Jalan Kepanjen, Surabaya pada Jumat (3/4/2026).

Ibadat dipimpin oleh Romo Paulus Jauhari Atmoko CM atau yang akrab disapa Romo Jo sebagai selebran utama. Ia didampingi Romo Christofrus Katijanarso CM dan Romo Paulus Dwintarto CM sebagai konselebran.

Romo Jo menjelaskan, ibadat Jumat Agung memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan misa pada hari biasa karena tidak terdapat perayaan Ekaristi.

“Memang tidak ada Ekaristi, karena kami mau menunjukkan bahwa pada saat itulah Tuhan wafat. Kami mau mengatakan dengan jujur bahwa Tuhan mengalami penderitaan dan kematian di kayu salib,” ujarnya.

Meski demikian, umat tetap menerima komuni dari Hosti Kudus yang telah dikonsekrasi pada perayaan sebelumnya.

Ia menambahkan, ibadat Jumat Agung terdiri dari tiga bagian utama, yakni liturgi sabda, penghormatan salib, dan komuni.

“Yang pertama itu sabda, dengan bacaan khusus yang disebut Pasio, yaitu kisah sengsara dan wafat Yesus. Lalu yang kedua penghormatan salib, dan ketiga komuni,” jelasnya.

Menurutnya, penghormatan salib menjadi puncak permenungan umat dalam mengenang pengorbanan Yesus.

“Penghormatan itu lambang cinta kepada Tuhan. Bentuknya bisa beragam, tidak harus mencium salib, bisa dengan berlutut atau hening,” katanya.

Dengan rangkaian ibadat tersebut, umat diajak untuk semakin menghayati makna wafat Yesus sebagai bentuk kasih bagi manusia. (mar/saf/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 7 Juli 2026
24o
Kurs