Minggu, 12 April 2026

Tambah Dua Guru Besar, Untag Surabaya Perkuat Riset Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menanbah guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Teknik. Foto: Untag Surabaya

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperkuat riset dan kontribusi kepada masyarakat lewat penambahan dua guru besar baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Teknik.

Harjo Seputro Rektor Untag Surabaya mengatakan, bertambahnya dua guru besar menjadikan kampus saat ini memiliki total 32 profesor.

“Penambahan dua profesor ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang akademik,” katanya, pada Minggu (12/4/2026).

Dengan bertambahnya dua guru besar, pihaknya mendorong agar inovasi penelitian ke depan bisa semakin berkembang dan dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Guru besar akan menjadi pemimpin akademik yang mampu mendorong inovasi penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Dua guru besar yang telah dikukuhkan tersebut, pertama yakni Sihab Ridwan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sihab mengusung penelitian berjudul “Manajemen Strategi, Daya Saing Bangsa, dan Kekayaan Bangsa-Bangsa: Arah Baru Pengembangan Strategic Management ke Depan”. Dalam orasinya, ia menegaskan pentingnya penguatan strategi manajemen sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing bangsa di tengah dinamika global.

Sihab yang juga tuntas menyelesaikan studi doktornya di University of Southampton, Inggris, telah menghasilkan 37 publikasi ilmiah yang terdiri atas 7 artikel pada jurnal nasional dan 25 artikel pada jurnal internasional bereputasi.

Guru besar baru kedua, yakni Erni Puspanantasari Putri dari Fakultas Teknik. Erni menuntaskan penelitian berjudul “Optimalisasi dan Perancangan Industri Berkelanjutan: Strategi Menguatkan UMKM dan Klaster Industri di Indonesia – Mengintegrasikan Kinerja, Inovasi, dan Keberlanjutan dalam Pembangunan Industri Nasional”. Dalam orasinya, ia memaparkan pentingnya penguatan sektor UMKM dan pengembangan klaster industri sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Erni sebelumnya juga telah menuntasman studi doktor di Khon Kaen University Thailand Prodi Teknik Industri. Ia menerima hibah kompetisi penelitian sebanyak 13 kali dan hibah pengabdian masyarakat sebanyak 11 kali. Selain itu, juga sudah menghasilkan 61 publikasi ilmiah yang dimuat di jurnal internasional bereputasi, internasional terakreditasi dan disajikan pada seminar internasional.

Pihaknya berharap, para guru besar tersebut bisa berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui bidang yang ditekuni masing-masing.

“Kehadiran mereka harus mampu memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” pangkasnya. (ris/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 12 April 2026
26o
Kurs