Polsek Taman mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial menyebut adanya rentetan aksi begal di kawasan Flyover Trosobo, Sidoarjo. Polisi menegaskan, informasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.
Hal itu disampaikan Kompol Kanisius Pranata Kapolsek Taman, mengacu informasi begal yang menimpa seorang mahasiswa pada Selasa malam 31 Maret lalu, di kawasan tersebut.
“Jadi kejadian sebenarnya itu terjadi pada tanggal 31 Maret 2026. Nah, itu juga lokasi kejadian bukan di Trosobo, tapi kejadiannya itu di Gilang sebelumnya Trosobo. Laporan yang kami terima dari Polsek Taman cuma sekali. Tapi ya masyarakat mungkin kan karena panik, takut, beredar ada forward WhatsApp itu tadi kan disampaikan bahwa ada kejadian empat kali ya itu dibuatnya ya. Padahal enggak. Nah, takutnya kita itu membuat masyarakat menjadi resah,” ujar Kompol Kanisius saat on air di Radio Suara Surabaya, Senin (13/4/2026).
Kompol Kanisius kemudian menjelaskan kalau kejadian yang menimpa mahasiswa inisial MS (22 tahun) pada 31 Maret itu, berawal saat korban takut usai diikuti sejumlah orang tak dikenal, usai mengisi BBM pada malam hari. Saat itu korban sedang dalam perjalanan mengarah ke Surabaya.
Namun, setibanya di daerah Gilang, kata Kapolsek Taman, korban yang merasa ketakutan akhirnya menepi dan kemudian meninggalkan motor Scoopy nopol W 2837 NHC warna hitam.
“Akhirnya karena sudah panik dan takut, malah mungkin takutnya daripada kejadian apa-apa gitu kan, langsung berhentikan motornya dan meninggalkan motornya sama kuncinya di pinggir jalan itu. Terus pergi,” jelasnya.
Setelah motor tersebut ditinggal, sejumlah orang tak dikenal itu kemudian langsung mengambil motor korban, sehingga korban mengalami kerugian hingga Rp18 juta. “Jadi si (pelaku) yang sudah punya niat untuk melakukan tindak kejahatan, (langsung) ngambil motor itu,” ucapnya.
Dari kronologi tersebut, Kapolsek Taman menjelaskan kalau kepolisian menilai kejadian itu tidak masuk dalam kategori begal, melainkan pencurian dengan memanfaatkan situasi korban yang panik.
“Kalau dari kejadiannya sih bukan kategori begal ya, karena ketakutan. Panik-panik duluan dan takut karena dibuntutin sama orang gitu,” ujarnya.
Sementara untuk merespons keresahan warga, Polsek Taman mengaktifkan kembali Pos Trosobo sebagai titik pengawasan. Kompol Kanisius mengatakan patroli rutin dilakukan setiap malam hingga subuh.
“Saya sudah memerintahkan seluruh perwira saya jadi setiap malam itu jam delapan malam itu mereka akan diapelkan di pos Trosobo. Kami akan menggunakan pos itu untuk melaksanakan kegiatan patroli rutin malam hari. Mulai dari jam delapan malam sampai subuh,” tegasnya.
Terakhir, Polsek Taman mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi. Warga juga diminta segera melapor jika mengalami atau mengetahui tindak kejahatan.
Polsek Taman juga membuka layanan pengaduan melalui WhatsApp di 081130744014 serta media sosial Instagram dan TikTok @polsektaman_.
“Tolong masyarakat harus bijak dalam membaca dan menanggapi berita-berita yang beredar. Kalau memang ada kejadian seperti itu tolong kami dilaporkan. Jangan di posting-posting kayak gini itu kan malah jadi orang ketakutan dengan sendirinya dan itu belum tentu fakta betul. Kalau tidak ada laporan ataupun tidak ada informasi dari masyarakat yang mengalami, ya kami juga kesusahan untuk mencari bagaimana kita mengatasi supaya kejadian ini tidak terjadi,” pungkasnya. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
