Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengintegrasikan kamera CCTV milik pengusaha yang menyorot ke jalan utama, untuk memantau keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Eddy Christijanto Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya menarget, semua CCTV itu bisa terintegrasi mulai 1 Mei 2026.
“Harapan kami dalam waktu tiga bulan (maksimal) pada Agustus, terutama yang ada di jalan utama itu sudah bisa kita akses,” kata Eddy, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, kerja sama dengan sejumlah pemilik usaha intu memudahkan pemkot menjangkau akses CCTV yang berdekatan dengan pedestrian dan jalan utama di Kota Surabaya.
“Saat ini sedang kerja sama dengan perkantoran dan mal untuk bisa mengakses CCTV-nya yang di luar, sehingga pemerintah kota tidak perlu melakukan pengadaan CCTV, tapi kita cuma minta bantuan akses CCTV itu yang mengarah ke jalan,” jelasnya.
Kepala Diskominfo itu menjelaskan, tujuan pengintegrasian itu guna menjaga kamtibmas di jalanan Kota Surabaya dari segala kejadian. Pemkot juga telah mengumpulkan puluhan pengusaha terkait hal tersebut.
“Kita sudah kerjasama, khususnya yang ada di jalan utama dahulu ya. Mulai dari Jalan Panglima Sudirman sampai dengan Jalan Ahmad Yani, ini sedang kita kumpulkan kemarin ada 70 pengusaha atau perkantoran dan toko yang ada di situ dan juga sudah dikumpulkan oleh Pak Wali (Eri Cahyadi),” paparnya.
Saat ini proses, Pemkot dan stakeholder terkait masih melakukan sinkronisasi CCTV, agar bisa menjadi satu jaringan.
“Jadi ada penyamaan fitur, karena ternyata CCTV mereka itu mereknya berbeda-beda, terus spesifikasinya juga berbeda, sehingga ini kita sedang mencari (cara) kalau bisa menjadi satu rumah (jaringan). Makanya, saat ini kami juga sedang mengkaji bersama teman-teman di ITS, bisa nggak beberapa tipe ini dijadikan satu sehingga tidak perlu banyak rumah (jaringan),” jelasnya.
Ia berharap akses CCTV itu, dapat membantu jajaran pemkot dan aparat penegak hukum (APH) dalam memantau kamtibmas di Kota Surabaya. Sehingga, bisa melakukan gerak cepat ketika terjadi peristiwa atau kasus yang meresahkan masyarakat.
“Kita tidak meminta (akses) yang mengarah ke dalam (ruangan), hanya meminta akses CCTV yang ke arah jalan dan tempat parkir tepi jalan umum, dan nanti itu akan terkoneksi ke Call Center (CC) 112 room,” tegasnya.
Selain CCTV jalan utama dan pedestrian, pemkot menargetkan, ada 179 titik TPS yang akan dilengkapi CCTV. Saat ini, 146 CCTV di masing-masing TPS sudah berfungsi, sisanya 33 titik sedang proses pemasangan.
“Yang 33 ini masih proses, karena kita juga mencari jaringan fiber optik dan juga jaringan listriknya. Jadi ada TPS-TPS yang memang jaringan infrastruktur pendukungnya itu masih minim,” ungkapnya. (lta/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
