Senin, 20 April 2026

DPR Desak Pemerintah Segera Meloloskan Dua Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Dave Laksono Wakil Ketua Komisi I DPR RI saat diwawancarai di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (30/3/2026). Foto: Antara

Dave Laksono Wakil Ketua Komisi I DPR RI menyayangkan ditutupnya kembali Selat Hormuz oleh Iran, Sabtu (18/4/2026), beberapa jam sesudah jalur distribusi minyak dunia itu sempat dibuka untuk umum.

Pihak Iran menilai, Amerika Serikat melanggar kesepakatan karena tetap melakukan blokade laut.

Dalam keterangannya, hari ini, Senin (20/4/2026), di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta, Dave bilang kondisi tersebut menunjukkan rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.

Sehingga, berdampak pada jalur perdagangan internasional, serta menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global, termasuk bagi Indonesia.

Walau berhasil mendapatkan pasokan energi dari berbagai negara seperti Amerika Serikat dan Rusia, legislator dari Fraksi Golkar itu mengingatkan Pemerintah waspada, jangan sampai ketergantungan.

“Dalam konteks energi, Indonesia memang telah menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah mitra, termasuk Rusia, sebagai bagian dari diversifikasi sumber pasokan. Namun demikian, ketergantungan pada jalur perdagangan internasional tetap menuntut kewaspadaan dan langkah antisipatif,” ujarnya.

Yang juga perlu mendapat perhatian serius, lanjut Dave, ada dua kapal tanker milik PT Pertamina yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro berisi minyak mentah yang masih tertahan di Selat Hormuz.

Maka dari itu, Dave mendorong Pemerintah melakukan diplomasi supaya dua kapal tanker Pertamina bisa segera keluar dari Selat Hormuz, dan melanjutkan perjalanan menuju Indonesia.

“Pemerintah perlu segera melakukan diplomasi intensif, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral, untuk memastikan keselamatan warga negara dan aset nasional yang terdampak, termasuk kapal-kapal Pertamina yang saat ini terjebak di jalur tersebut. Diplomasi yang konstruktif dan kerja sama internasional menjadi kunci untuk meredakan ketegangan serta mencegah meluasnya konflik,” tegasnya.

Terkait dua kapal tanker milik PT Pertamina, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan proses perizinan masih berlangsung. Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan KBRI Teheran dan Pemerintah Republik Islam Iran.

Sekadar informasi, harga minyak mentah dunia hari ini kembali naik signifikan, sesudah sempat merosot tajam akhir pekan lalu.

Lonjakan harga minyak mentah dunia dipicu keputusan Iran menutup akses pelayaran di Selat Hormuz, imbas ketegangan dengan Amerika Serikat.

Harga minyak mentah jenis Brent naik 6,11 Dollar AS (6,76 persen) menjadi 96,49 Dollar AS per barel.

Sementara, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat naik 6,53 Dollar AS (7,79 persen menjadi 90,38 Dollar AS per barel.(rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 20 April 2026
34o
Kurs