Keputusan Bruno Moreira untuk melanjutkan karier di luar Indonesia meninggalkan kesan mendalam bagi Persebaya Surabaya. Tak hanya bagi klub, kepergian pemain asal Brasil itu juga dirasakan oleh Bernardo Tavares nakhoda Persebaya yang sempat bekerja dekat dengannya pada paruh musim 2025/2026.
Bruno resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Bajul Ijo setelah empat musim penuh pengabdian dalam dua periode berbeda. Selama membela Persebaya, ia berkembang menjadi salah satu figur paling berpengaruh, baik di ruang ganti maupun di lapangan.
Bernardo Tavares menilai kepergian Bruno bukan sekadar kehilangan seorang pemain, tetapi juga sosok pemimpin yang memberi dampak besar bagi tim.
“Dia adalah kapten tim kami, sosok penting di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Tavares.
Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti konsistensi dan kontribusi Bruno sepanjang musim. Menurutnya, sang pemain selalu tampil maksimal dalam berbagai aspek permainan.
“Jika melihat penampilannya sepanjang musim, terutama setelah laga terakhir melawan Persik yang kami menangi 5-0, Bruno menunjukkan kualitas yang luar biasa. Dia memberikan kontribusi maksimal, baik melalui gol, assist, kerja defensif, maupun saat menyerang,” jelasnya.
Tavares mengungkapkan bahwa manajemen Persebaya sebenarnya telah berupaya mempertahankan pemain berusia 27 tahun tersebut. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Bruno yang memilih tantangan baru dalam kariernya.
“Kami menghormati keputusan tersebut. Dalam sepak bola, setiap pemain memiliki hak untuk menentukan jalan terbaik bagi karier dan keluarganya,” katanya.
Ia menambahkan, keputusan untuk berpisah dengan Bruno tidak mudah, baik bagi tim pelatih maupun manajemen klub.
“Saya tahu manajemen sudah berupaya memberikan penawaran terbaik agar dia tetap bersama Persebaya. Namun terkadang dalam kehidupan, tidak semua hal berjalan sesuai harapan,” terang Tavares. (saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

