Rabu, 22 April 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.156 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Negosiasi AS-Iran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025). Foto: Antara

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (22/4/2026) pagi.

Rupiah tercatat melemah 13 poin atau sekitar 0,08 persen ke level Rp17.156 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.143 per dolar AS.

Josua Pardede Kepala Ekonom Permata Bank menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen global, terutama ketidakpastian negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

“Optimisme terhadap potensi kesepakatan damai di Timur Tengah meningkat pada sesi Asia, menyusul laporan bahwa Wakil Presiden AS (JD Vance) berencana melanjutkan negosiasi di Pakistan. Namun, penguatan rupiah terpangkas seiring masih adanya ketidakpastian yang membayangi proses negosiasi tersebut,” ujarnya.

Mengutip laporan Sputnik, putaran kedua perundingan antara Amerika Serikat dan Iran untuk meredakan konflik dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026 di Islamabad, Pakistan.

Dilansir dari Antara, pemerintah Pakistan disebut aktif mendorong Iran untuk kembali ke meja perundingan dengan AS, meski hingga saat ini delegasi utama Iran belum berangkat untuk mengikuti agenda tersebut.

Di sisi lain, dinamika diplomasi turut dipengaruhi keputusan JD Vance Wakil Presiden AS yang dikabarkan membatalkan kunjungan ke Pakistan. Langkah tersebut dinilai pasar sebagai sinyal bahwa kemajuan negosiasi damai di kawasan Timur Tengah masih tertahan.

Meski demikian, Donald Trump Presiden AS menyatakan optimisme bahwa gencatan senjata akan tetap diperpanjang hingga proses perundingan mencapai kesepakatan.

Dari sisi ekonomi, tekanan terhadap dolar AS juga dipengaruhi rilis data penjualan ritel Amerika Serikat pada Maret 2026 yang tumbuh 1,7 persen secara bulanan (month on month/mom).

Angka tersebut meningkat dari periode sebelumnya sebesar 0,7 persen dan lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang berada di level 1,4 persen mom.

Sementara itu, dari dalam negeri, pasar menantikan arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Josua memperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen dalam pertemuan kebijakan mendatang.

Dengan kombinasi faktor global dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.125 hingga Rp17.225 per dolar AS. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 22 April 2026
29o
Kurs