Minggu, 3 Mei 2026

Bahlil Tegaskan Batu Bara Masih Jadi Andalan Energi Indonesia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Bahlil Lahadalia Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Pemerintah menegaskan masih akan mempertahankan pemanfaatan batu bara sebagai sumber energi utama untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), di tengah dorongan transisi menuju energi bersih.

Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus memastikan tarif listrik tetap terjangkau bagi masyarakat.

Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan, Indonesia memiliki cadangan batu bara yang besar sehingga pemanfaatannya masih relevan, terutama dalam menghadapi dinamika ketahanan energi global.

“Sekarang Amerika buka opsi batu bara. Di Eropa membuka opsi batu bara, ada minta ke kita untuk 20 juta ton per tahun,” ujar Bahlil saat menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, Indonesia masih perlu untuk mengutamakan efisiensi dan kepentingan nasional untuk menentukan arah transisi energi.

Sementara itu, pemanfaatan batu bara masih diperlukan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional.

“Saya putuskan, saya bilang batu bara jalan aja dulu. Ini bicara tentang survival mode. Kita bicara tentang efisiensi. Jangan kita korbankan rakyat kita dengan harga listrik yang besar,” ucapnya dilansir dari Antara.

Sebagai informasi, produksi batu bara nasional sepanjang tahun 2025 berdasarkan catatan Kementerian ESDM mencapai 790 juta ton. Meski capaiannya turun 5,5 persen dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 836 juta ton, angka tersebut masih melampaui target produksi sebesar 739,6 juta ton.

Untuk rincian dari total produksi batu bara tersebut, sebanyak 514 juta ton atau 65,1, persen diekspor. Sementara 254 juta ton atau 32 persen dari total produksi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan domestik (domestic market obligation/DMO), baik untuk sektor kelistrikan maupun nonkelistrikan.

Sedangkan sisa pasokannya digunakan sebagai cadangan stok batu bara hingga akhir 2025 dengan total 22 juta ton atau 2,8 persen dari total produksi nasional. (ant/vve/saf/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 3 Mei 2026
28o
Kurs